by

Isu Pencalonan Pepen Mencuat, Sepuh Golkar Kota Bekasi Nilai Regenerasi Mandek

RUANGINDONESIA.COM – Jelang pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) DPD Partai Golkar Kota Bekasi yang direncanakan digelar Juli mendatang, berbagai isu politis mulai bermunculan. Termasuk isu tentang sosok Rahmat Effendi yang kembali mencalonkan diri sebagai Ketua DPD Partai Golkar Kota Bekasi untuk yang ketiga kalinya.

Bahkan dikabarkan Rahmat Effendi yang populer disapa Pepen ini sudah memegang jurus kuncian, yakni dukungan dari mayoritas pimpinan Partai Golkar tingkat kecamatan (PK) sebagai satu syarat pendaftaran dalam Musda nanti. Dalam pendaftaran nanti, tiap bakal calon yang akan bertarung dalam Musda DPD Partai Golkar Kota Bekasi nanti diwajibkan mengantongi dukungan sekitar 30 persen 18 hak suara yang diperebutkan.

Menanggapi isu ini, salah seorang tokoh sepuh Partai Golkar di Kota Bekasi Yusuf Nasih mengaku sudah mendengar kabar tentang keinginan Pepen yang akan mencalonkan diri kembali menjadi Ketua DPD Partai Golkar Kota Bekasi. “Ya, saya sudah dengar kabar itu, ya pokoknya ada lah seseorang yang menyampaikan kabar itu ke saya,” tegasnya saat diajak berbincang, Jumat (26/6) malam.

Menurut politisi yang akrab disapa Yunas ini, pencalonan Pepen merupakan hal yang lumrah atau wajar dalam politik. “Sah-sah saja, inikan demokrasi, dan memang tidak ada aturan dalam Partai Golkar yang membatasi jumlah periode bagi seseorang untuk memimpin Partai Golkar, bahkan mungkin seumur hidup juga bisa,” ulas dia.

Jika nanti sosok Pepen tampil lagi sebagai Ketua DPD Partai Golkar Kota Bekasi, Yunas menilainya sebagai bukti mandeknya proses regenerasi figur calon pemimpin di internal partai. “Selama Pak Pepen memimpin Golar dua periode, sepertinya tidak ada sosok pemimpin yang menjadi generasi penerus, proses regenerasi mandek, dan ini kenyataannya,” tegas Yunas.

Meski demikian, Yunas juga memandang adanya segi positif jika Pepen kembali menahkodai Golkar di Kota Bekasi. “Yang jelas, Pak Pepen sudah sangat memahami gerakan politik, isu-isu yang berkembang, termasuk membaca karakter kader Golkar, bagaimana pun juga dia kader Golkar paling ulung di Kota Bekasi ini,” paparnya.

Yunas menilai belum terlambat bagi figur lain yang ingin tampil bertarung dalam kancah Musda DPD Partai Golkar Kota Bekasi. “Kalau bicara jegal-menjegal dalam pertarungan politik itu sudah biasa, apalagi memiliki kekuasaan itu memang enak rasanya sehingga tidak memberi kesempatan bagi orang lain untuk mencicipi kekuasaan,” ujarnya.

Sebagai sepuh Golkar, Yumas berharap pelaksanaan Musda berjalan demokratis, aman, tertib dan lancar, sesuai harapan seluruh kader Partai Golkar di Kota Bekasi. “Yang penting berjalan aman, tidak ada gejolak, dan hasilnya sesuai harapan seluruh kader Golkar di Kota Bekasi,” pungkasnya. (Moel/ri)

Comment

News Feed