by

Gaung Musda Golkar Kota Bekasi Sepi, Yunas: Pemilik Hak Suara Masih Tunggu Arahan Pepen

RUANGINDONESIA.COM – Kader Partai Golkar di Kota Bekasi akan menentukan siapa figur baru untuk memimpin partai berlambang beringin ini melalui perhelatan Musyawarah Daerah (Musda) Pattai Golkar Kota Bekasi dalam waktu dekat ini. Namun tidak seperti hajat partai seperti biasanya, ternyata gaung pelaksanaan Musda kali ini telatif sepi dari topik pembicaraan dan pemberitaan.

Biasanya, jelang pelaksanaan pemilihan pimpinan partai politik kerap kali diwarnai isu saling klaim keunggulan atau perdebatan soal visi dan misi para bakal calon guna mendulang suara mayoritas. Namun sampai saat ini, kabar tentang figur yang akan tampil menggantikan Rahmat Effendi atau akeab sisapa Pepen sebagai Ketua DPD Partai Golkar Kota Bekasi nampaknya juga masih simpang-siur.

Sejauh ini baru ada dua nama yang mencuat, yakni Nofel Saleh Hilabi yang dikenal sebagai sosok pengusaha dan Fungsionaris DPP Partai Golkar, serta Zainul Miftah yang dikenal sebagai politisi Partai Golkar dan Ketua Himpunan Pengusaha Kosgoro (HPK) Kota Bekasi. Sementara beberapa nama lain yang diprediksi akan ikut meramaikan kancah perebutan kursi Ketua DPD Pattai Golkar nanti adalah Ade Puspitasari dan Siti Aisyah.

Saat diajak berbincang santai belum lama ini, politisi sepuh Partai Golkar H Yusuf Nasih menduga sepinya gaung Musda Golkar Kota Bekasi ini disebabkan dampak pandemi Corona. “Selain itu, kalau saya perhatikan belum ada kader Golkar yang membicarakan siapa calon Ketua DPD Partai Golkar Kota Bekasi yang baru, karena mereka menilai kepengurusan yang lama masih eksis sampai saat ini, jadi mereka belum begitu berani bersuara,” ujarnya mengawali perbincangan.

“Saat ini masalah pandemi Corona juga sangat berpengaruh dalam tatanan hidup di masyarakat, sehingga masyarakat belum mau berfikir soal politik. Mereka lebih memilih bagaimana terhindar dari bahaya Covid-19, dari pada memikirkan politik, meski harus kita akui bahwa sampai saat ini Partai Golkar masih menjadi partai yang besar,” papar Yusuf Nasih yang populer disapa Yunas ini.

Meski demikian, Yunas optimistis pelaksanaan Musda nanti tetap berlangsung semarak dan seru, dengan jumlah kandidat lebih dari dua calon. “Saya yakin pada saatnya nanti masyarakat akan surprise bahwa geliat Musda akan tetap seru. Untuk saat ini memang belum ada kepastian siapa saja para calon yang akan tampil dalam Musda,” ulas dia.

Terkait keunggulan para calon dalam memperebutkan 16 suara hak pemilih, 12 hak suara diantaranya berasal dari Ketua PK, yang akan jadi peserta Musda nanti, Yunas menilai tergantung dari arahan yang diberikan Rahmat Effendi atau Pepen. “Saya yakin semua akan bertanya kepada Beliau (Pepen-red), siapa yang harus dipilih? Tak dapat dipungkiri sosok Pak Peoen akan tetap berpengaruh dengan hasil Musda Golkar nanti,” tegasnya.

Yunas beralasan, sampai saat ini Pepen dianggap berhasil membesarkan Partai Golkar di Kota Bekasi dengan program-program kerja yang fenomenal dan disukai masyarakat. “Selain itu juga Pak Pepen sudah banyak memberikan kebaikan kepada para Ketua PK (pimpinan Partai Golkar tingkat kecamatan-red), Bang Pepen sudah mampu menunjukkan dirinya sebagai figur yang mengayomi mereka, ini salah satu alasannya kenapa mereka akan tetap menunggu arahan dari Pak Pepen,” katanya.

Secara khusus, Yunas berharap siapa pun figur yang akan terpilih, mampu membesarkan Partai Golkar di Kota Bekasi. “Minimal bisa menyamakan prestasi yang sudah diraih Pak Pepen, tapi akan lebih bagus jika mampu melebihi prestasi Bang Pepen,” ungkapnya. (Moel/ri)

Comment

News Feed