by

Kota Bekasi Jalani ‘New Normal’, Lurah Pengasinan Ajak Masyarakat Produktif Lawan Covid-19

RUANGINDONESIA.COM – Setelah menjalani masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) selama tiga tahap, masyarakat Kota Bekasi menerima angin segar saat kunjungan Presiden Joko Widodo (Jokowi) belum lama ini. Dalam kunjungannya saat itu, Jokowi menetapkan Kota Bekasi sebagai percontohan dalam menerapkan new normal dalam masa pandemi Corona.

Menurut Jokowi, new normal merupakan kebijakan baru bagi masyarakat menuju kehidupan normal dalam beraktifitas dengan tetap menerapkan protokol kesehatan terhadap penanggulangan virus Covid-19. Tentu saja, status new normal ini langsung disambut nafas lega oleh kalangan masyarakat Kota Bekasi yang selama penerapan PSBB merasa terbatasi dalam melakukan aktifitas rutin.

Respon positif juga diberikan kalangan masyarakat Kelurahan Pengasinan, Kecamatan Rawalumbu. Saat diajak berbincang terkait penerapan new normal ini, Lurah Pengasinan Juhasan Antosuseno menyatakan pihaknya memaknai mas new normal ini sebagai semangat bersama menuju kehudupan normal yang baru selama masa pandemi Corona.

“Ini menjadi momentum bagi masyarakat untuk menjalani aktifitas secara normal, sehingga masyarakat tetap produktif dan tetap memiliki semangat untuk bersama melawan Covid-19. Inilah pemahaman terhadap masa new normal yang siap dijalani masyarakat,” ungkap Juhasan, Kamis (28/5) pagi.

Juhasan menambahkan pihaknya langsung mensosialisasikan masa new normal ini kepada seluruh kalangan masyarakat, termasuk para pelaku usaha kecil dan pengelola warung kuliner yang ada di wilayah Pengasinan. “Kami berikan pemahaman kepada masyarakat sekaligus mengoptimalkan sisa masa PSBB melalui kegiatan patroli dan himbauan kepada masyarakat, terutama terkait penggunaan masker saat masyarakat berada di luar rumah,” katanya.

“Jika ada masyarakat yang tidak menggunakan masyarakat, maka akan kami berikan masker secara gratis agar langsung digunakan. Ini menjadi bagian upaya kami untuk melindungi masyarakat agar tidak terpapar Covid-19,” tegas Juhasan.

Juhasan mengapresiasi semangat masyarakat dalam menjalani masa new normal ini dalam mendongkrak kembali perekonomian yang sempat terpuruk. “Selama masa PSBB, aktifitas masyarakat pasti terbatasi, para pekerja tidak bisa bekerja, para pedagang dan warung kuliner dibatasi jam operasionalnya, namun akhirnya semangat masyarakat Pengasinan bisa bangkit kembali untuk memulihkan perekonomian keluarga secara lebih produktif,” paparnya.

Selaras dengan semangat masyarakat yang produktif ini, Juhasan menilai positif terkait upaya mendongkrak pendapatan kas daerah untuk pembiayaan program pembangunan di Kota Bekasi. “Saya merasa senang karena masyarakat masih memiliki semangat untuk bangkit menyongsong kehidupan yang baru, tidak larut bermalas-malasan, dan jika ekonomi masyarakat pulih tentu akan memberikan sinyal positif juga terhadap pendapatan kas daerah melalui potensi pajak atau retribusi yang dibayarkan masyarakat untuk pembangunan di Kota Bekasi,” ulas dia.

Meski terjadi kelonggaran terhadap aturan PSBB, namun pihaknya tetap melakukan pengawasan ketat terkait protokol kesehatan bagi masyarakat maupun pelaku usaha. “Kami tetap intens melakukan pengawasan secara berkala, agar masyarakat juga jangan sampai lengah dalam membantu pemerintah untuk menanggulangi penyebaran Covid-19 secara tuntas,” pungkasnya. (Moel/ri)

Comment

News Feed