by

Waspadai Puncak Penyebaran Covid-19, Faisal: Jangan Sampai Tiga Tahap PSBB Sia-Sia

RUANGINDONESIA.COM – Jelang perayaan Hari Raya Idul Fitri, nampaknya banyak masyarakat yang sudah tidak perduli lagi dengan ketentuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) sebagai upaya untuk menanggulangi penyebaran virus Covid-19. Hal ini bisa dilihat dari kondisi sejumlah pertokoan dan pasar yang ramai dikunjungi masyarakat, terutama pada sore dan malam hari.

Fenomena ini tentunya mengingatkan kita terhadap prediksi sebagian pihak yang menyebut puncak penyebaran Corona terjadi pada peringatan Hari Lebaran tahun ini. Tentunya, hal ini menimbulkan keprihatinan sejumlah pihak terkait uoaya penanggulangan penyebaran Covid-19 yang sudah dilakukan selama ini, salah satunya melalui kebijakan PSBB.

Ketika diajak berbincang melalui telepon, Jumat (22/5), anggota Komisi IV di DPRD Kota Bekasi Faisal menyatakan butuh persamaan sudut pandang seluruh pihak terkait ancaman bahaya terkait penyebaran virus Covid-19 yang sudah merenggut banyak jiwa. “Seharusnya masyarakat memberi perhatian kepada para tenaga medis yang menjadi garda terdepan dalam upaya penanggulangan Covid-19. Nah, kalau masyarakat ternyata tidak perduli, sama saja mengecewakan perjuangan yang sudah dilakukan para tenaga media, sama saja membuat mereka kecewa,” tegasnya.

Menurut Faisal, tingkat kesadaran masyarakat terkait kepedulian upaya penanggulangan Covid-19 ini dibuktikan saat momentum Hari Lebaran. “Momen Lebaran ini menjadi final penilaian bahwa ternyata memang masyarakat selama ini tidak respon terhadap kebijakan yang dibuat pemerintah dalam rangka percepatan penanggulangan Covid-19 ini,” ungkapnya.

Faisal menilai uoaya yang sudah dilakukan pemerintah sudah maksimal, dan masyarakat seharusnya tinggal mematuhi kebijakan pemerintah dalam memutus mata rantai penyebaran Covid-19. “Upaya ini kan demi tujuan bersama. Jika ditanya kinerja tim medis untuk apa, kebijakan pemerintah untuk apa, disiplin masyarakat untuk apa, pasti tujuannya sama yakni untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19,” tegasnya.

Jika masyarakat tidak disiplin dan tidak mengindahkan aturan PSBB, Faisal khawatir upaya bersama yabg sudah dilakukan akan sia-sia. “Kalau mau diilustrasikan, misalnya kita sedang menyapu jalanan agar bersih, tapi orang lain di belakang kita membuang sampah seenaknya, nah kan pekerjaan kita jadi sia-sia. Sampai kapan pun jalanan yang kita sapu tadi tidak akan bersih,” ulasnya.

“Sama saja kondisinya dengan saat ini, ketika tenaga medis sedang berjuang merawat pasien positif Covid-19, tapi masyarakat di luar sana tidak mengindahkan aturan PSBB, sehingga berpotensi terpapar Covid-19. Sama saja kerjaan kita jadi sia-sia, jangan sampai upaya kita yang sudah menjalani PSBB sampai tiga tahap ini menjadi sia-sia juga,” kata Faisal.

Secara tegas, Faisal mengajak seluruh pihak termasuk kalangan masyarakat untuk bahu-membahu mengusir virus Covid-19 dari Kota Bekasi. “Kalau sejak awal masyarakat disiplin, tentu saat ini tidak ada lagi kasus masyarakat yang pisitif terpapar Covid-19, kita bisa berkumpul dengan keluarga dalam kondisi sehat, jita bisa bebas berbelanja tanpa harus memakai masker, dan kita bisa jalan-jalan bersama keluarga tanpa ada pembatasan sosial,” ujarnya mengakhiri perbincangan. (Moel/ri)

Comment

News Feed