by

Ogah Ngundang Covid-19 Datang, Warga Villa Padurenan Indah 2 Kerja Bakti Semprotkan Disinfektan

RUANGINDONESIA.COM – Sikap cemas masyarakat Kota Bekasi terkait penyebaran virus Covid-19 membuahkan rasa waspada dan sikap antisipasi tinggi agar lingkungan mereka steril dari virus yang menularkan penyakit Corona ini. Sikap ini lalu diimplementasikan sebagian kalangan masyarakat untuk melakukan upaya pencegahan wabah Corona, misalnya dengan penyemprotan cairan disinfektan secara mandiri di lingkungan mereka masing-masing.

Seperti yang terlihat dilakukan kalangan warga perumahan Villa Padurenan 2, RT 006 RW 07 Kelurahan Padurenan, Kecamatan Mustikajaya, Kota Bekasi, pada Jumat (27/3) siang. Secara bergotong royong, masyarakat di perumahan ini melakukan penyemprotan cairan disinfektan secara door to door.

Aksi penyemprotan cairan disinfektan ini terealisasi dengan alat penyemprot dan campuran cairan anti infeksi yang diterima masyarakat dari Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi. Dengan menggunakan alat pelindung diri yang memadai, para perangkat lingkungan lalu berkeliling sambil melakukan penyemprotan di tiap rumah yang ada di perumahan Villa Padurenan Indah 2 ini.

Menurut penjelasan Ketua RT 006 RW 07 Kelurahan Padurenan, Wiyoto, penyemprotan cairan disinfektan ini memang usulan atau permintaan warga perumahan Villa Padurenan Indah 2 agar terhindar dari ancaman Covid-19. “Kebetulan kami mendapat pinjaman alat penyemprot dan diberikan cairan disinfektan dari Pemkot Bekasi, makanya langaung kami lakukan penyemprotan hari ini juga,” ujarnya saat didampingi Bendahara RT 006 RW 07, Afita Dwi Susana, beserta perangkat lingkungan lainnya.

Wiyoto berharap kegiatan ini bisa memberikan rasa tenang dan nyaman bagi warga setempat. “Jika lingkungan bersih dan steril dari Covid-19, tentunya warga akan semakin betah dan merasa tenang berdiam di rumah dan berkumpul beraama keluarganya masing-masing,” ujarnya.

Secara tegas, Wiyoto lalu menyatakan warga Villa Padurenan Indah 2 yang terdiri dari 58 kepala keluarga (KK) sangat mendukung kebijakan Social Disntancing atau pembatasan sosial sesuai himbauan pemerintah. “Warga disini sepakat untuk menghindari keramaian dan berkumpul tanpa alasan yang jelas. Mendingan berdiam di rumah, dari pada keluyuran gak jelas yang akibatnya akan tertular penyakit Corona,” tegasnya. (Moel/ri)

Comment

News Feed