by

Garda Terdepan Berantas Covid-19, Forbakti Kota Bekasi Berikan Dukungan Moril Kinerja Tenaga Medis

RUANGINDONESIA.COM – Merebaknya penyakit Corona saat ini mengundang kecemasan seluruh kalangan masyarakat Kota Bekasi. Lantaran tak ingin terpapar virus Covid-19, kini semakin banyak masyarakat yang mematuhi kebijakan Social Distancing atau pembatasan sosial yang digencarkan pemerintah.

Masyarakat pun kini lebih membiasakan diri untuk berdiam diri sambil beraktifitas di rumah mereka masing-masing. Tanpa alasan dan tujuan jelas, masyarakat kini sudah semakin sadar untuk tidak berkumpul atau mendatangi lokasi kerumunan massa.

Namun, kebijakan Social Distancing ini nampaknya tidak berlaku bagi kakangan tenaga medis, termasuk yang bertugas di wilayah Kota Bekasi. Di saat masyarakat berkumpul bersama keluarganya masing-masing, para tenaga media justru harus berjibaku memerangi wabah penyakit Corona, bahkan kerap harus berhadapan langsung dengan pasien yang dinyatakan positif terpapar virus Covid-19.

Konsekwensi tugas ini yang memang menjadi pilar utama bagi para tenaga medis untuk tetap mengabdi melayani pengobatan sambil mensosialisasikan bahaya penyakit Corona kepada seluruh lapisan masyarakat. Resiko terberat, bukan tidak mungkin para tenaga medis yang sedang bertugas pun bisa terpapar virus Covid-19.

Kondisi inilah yang kemudian disadari masyarakat tentang tugas para tenaga medis dalam memberantas penyakit Corona ini. Tak ayal, dukungan moril dan rangkaian doa pun semakin banyak mengalir dari kalangan masyarakat untuk memotivasi tugas yang dijalankan para tenaga medis.

Dukungan moril ini juga disampaikan Ketua Forbakti (Forum Umat Nasrani Bagi Kota Ikhsan Bekasi) Kota Bekasi Pdt Djajang Buntoro melalui sambungan telepon, Jumat (27/3). Djajang menyebut para tenaga medis merupakan garda terdepan dalam upaya memberantas penyebaran virus Covid-19.

“Kita selaku masyarakat bisa berdiam di rumah, berkumpul bersama kekuarga. Tapi tidak demikian dengan para tenaga medis. Mereka harus siaga menjalankan tugas melayani pemeriksaan, pengobatan kepada masyarakat,” ungkap Djajang.

Djajang menyadari tugas yang diemban tenaga medis sangat mengundang resiko bagi diri tenaga medis itu sendiri. “Mereka sangat beresiko tertular, karena mereka berinteraksi langsung dengan pasien yang kemungkinan terpapar Covid-19. Apalagi jika alat pelindung diri yang dikenakan tenaga media kurang memadai sesuai standar yang ditentukan,” imbuhnya.

“Saya mewakili masyarakat kota Bekasi cuma bisa mengapresiasi untuk tenaga medis yang berjerih lelah berjihad melawan Covid 19. Saya juga mengajak seluruh masyarakat Kota Bekasi tetap berdoa mendukung Pak Wali Kota, Wakil Wali Kota, dan para tenaga medis yang bertugas di Dinas Kesehatan Kota Bekasi, RSUD Kota Bekasi maupun di seluruh rumah sakit dan Puskesmas, agar diberi kesehatan dan kekuatan. Terima kasih Pak Wali Kota, terima kasih Pak Wakil Wali Kota, juga terima kasih ya seluruh tim medis,” kata Djajang.

Djajang lalu berharap masyarakat Kota Bekasi bersatu mendukung tim medis terkait alat pelindung diri (APD). “Karena jihad melawan Covid 19 ini bukan perjuangan tim medis semata, tapi perjuangan kita bersama,” pungkasnya. (Moel/ri)

Comment

News Feed