by

Himakos Gelar Diskusi Publik untuk Mahasiswa Bekasi

RUANGINDONESIA.COM – Himpunan Mahasiswa Kosgoro (Himakos 1957) Kabupaten Bekasi gelar Diskusi Publik, disalah satu resto dibilangan Tambun Selatan, kemarin sore (30/1/2020).

Diskusi itu mengusung tema “Implikasi Penyederhanaan Regulasi terhadap Investasi dan Pelayanan Masyarakat”. Para peserta terdiri dari mahasiswa berbagai kampus yang ada di Bekasi, dengan narasumber yang berkompeten dibidangnya seperti, Sukmawati Perwakilan DPMPTSP, Sardi Adi Saputra CEO Berita Indonesia, Urik Yanto S.HUM, MM Dosen IKOPIN, dan Hasan Basri, Pegawai BUMD Bekasi.

Ketua Himakos 1957 Kabupaten Bekasi, Iwan Farihin mengatakan dalam sambutannya, bahwa tema yang diangkat ini sangatlah tepat karena sesuai dengan visi Pemerintah yang akan melakukan reformasi kelembagaan birokrasi yang efektif, dan efisien dalam kurun waktu 2019-2024.

“Kita memberikan dukungan terhadap kebijakan prioritas pemerintah, dalam hal pembangunan SDM unggul, penyederhanaan persetujuan (pusat maupun daerah), dan birokrasi, serta mentransformasikan ekonomi dari SDA ke sektor yang berbasis manufaktur, dan jasa modern tanpa dilanggar kearifan lokalnya,” beber Iwan.

Diungkapkan Sardi, implikasi regulasi bukan hanya berpihak pada investor-investor saja. Akan tetapi, harus berpihak pada masyarakat Bekasi untuk menjalankan usahanya dengan baik.

“Penyederhanaan regulasi harus menjadi formula, tidak hanya untuk mendorong iklim investasi yang baik, tapi juga harus memberikan rasa keadilan, dan mampu menghadirkan pelayanan serta peningkatan kesejahteraan masyarakat,” jelas dia.

Sementara itu, Sukmawati mengimbau kepada peserta yang ingin membuat izin usaha, atau Izin Mendirikan Bangunan (IMB) dan izin lainnya agar taat, serta patuh sesuai dengan aturan yang berlaku.

“Untuk dapat membuat izin, maka harus taat dan patuh pada prosedur, sesuai dengan aturan-aturan yang berlaku,” imbaunya. (red/ri)

Comment

News Feed