by

ALTARSRCEAM Selesaikan Album Yang Sempat Tertunda.

RUANGINDONESIA.COM– ALTARSCREAM di bentuk tepatnya tanggal 13 Juli 1996 di daerah pinggiran kota Jakarta Timur yaitu Condet. Dengan empat personil Nakem (Gitar/Vocal), Jaya (Gitar), Cheppy (Bass) dan Alvay (Drums).

ALTARSCREAM sendiri kami maknai adalah sebuah Teriakan Altar atau Meja persembahan teriakan. Dengan memodalkan mengcover lagu milik SEPULTURA, KREATOR dan METALLICA kami mengusung extreme musik yaitu THRASH METAL.

Pada awal terbentuk sebenarnya nama band kami ALTAR, karena ada band yang sama saat audisi kamipun sepakat bila lolos audisi kami akan menambahkan kata SCREAM, gayung bersambut lolos audisi kamipun menambahkan kata SCREAM dan menjadi ALTARSCREAM.

Dengan perjalanan waktu, panggung demi panggung kami jajaki akhirnya kami membuat karya sendiri “MERAH PUTIH, KEMERDEKAAN SEMU dan BADUT TUA atau manusia laknat itu adalah beberapa karya kami. Ada kebanggaan tersendiri saat lagu Manusia Laknat di putar di radio masteng FM walaupun hanya demo version.

Pada tahun 2000 Cheppy mengundurkan diri di saat kami lagi giat membuat karya dan promosikan karya karya kami. Kekosongan Bass tak lama, Aiz yang sudah kami kenal cukup lama akhirnya bersedia berjuang bersama kami. Lagu TOTAL RUSUH adalah karya kami yang ikut berpartisipasi dalam kompilasi nasional yaitu Metalikklinik-4 bersama new Line up (Nakem, Jaya,Aiz dan Alvay).

ALTARSCREAM pun dapat kabar gembira dengan adanya kesempatan untuk perform di acara TVRI yaitu GOROCK live. Tahun 2004 setelah perform DI GOROCK kami sepakat untuk memvakumkan band kami, karena ada beberapa hal mendasar yang tidak bisa kami lanjutkan kedepan. Tidur dalam kevakuman akhirnya pada tahun 2005 ALTARSCREAM mencoba bangkit kembali dengan formasi tetap Nakem, Jaya, Aiz dan Alvay. Materi yang ada kita matengin kembali. Karena target kami harus recording. Dalam perjalanan memproses materi Jaya (Guitar) mengundurkan diri, dengan alasan pribadi, sangat kami sayangkan tapi kami tidak bisa memaksakan. Yessi (Destructor) mengisi kekosongan Jaya, dengan skill yang dia kuasai akhirnya materi ALTARSCREAM ada perubahan walau tidak signifikan.

Semangat kami untuk masuk studio recording akhirnya terwujud walau dana paspasan. Zr Production adalah studio recording yang kami pilih, dengan 12 lagu yang ada dengan di bantu operator oleh Cherry (StupidNation). Proses recording tak kunjung usai dengan keterbatasan finansial akhirnya proses recording terhenti dan mempunyai album akhirnya gagal. Awal tahun 2007 dengan kekuatan personil: Nakem (Guitar/Vocal), Yessi (Guitar), Aiz (Bass) dan Alvay ( Drums) melanjutkan perjalanan kembali untuk tetap eksis di dunia musik bawah tanah. Tak di sangka perjalanan inipun hanya bertahan sampai akhir 2010. Dikarenakan Yessi tidak bisa mengikuti agenda ALTARSCREAM lagi.

Dengan tiga personil yang tersisa (Nakem, Aiz dan Alvay) kami terus berjuang dan bergerilya di event- event cadas yang ada. Ada di beberapa event kami meminta editional guitar yaitu Daniel Sanjaya (atomic destroy) dan Preman (x- Cadaver). Dengan kejenuhan mungkin yang sahabat kami rasakan akhirnya Aiz mengundurkan diri tepatnya tahun 2011. Dengan sisa personil Nakem dan Alvay tidak membuat patah semangat, akhirnya kami mendapatkan dua personil sekaligus yaitu Ako (Guitar) dan Ibenk of Zabaniyah (Bass). Panggung daerah dan ibukota kita jajaki bersama dengan semangat baru. Tahun 2012 akhirnya kami kehilangan personil kembali, Ibenk mengundurkan diri, dengan melanjutkan studi pendidikannya.

Tahun 2013 Jaya akhirnya kembali untuk mengisi kekosongan Bass. Masuknya Jaya adalah amunisi bagi kami, Road to Hammersonic adalah event pertama Jaya sebagai Bassis yang waktu awal sebagai Guitaris. Delapan lagu karya kami siap masuk recording kembali, di antaranya: Merah Putih, Halusinasi, Kemerdekaan Semu, Badut Tua, Pesta Trash, Revolusi, Total Rusuh dan Amarah Terpendam menjadi tracklist di album kami yaitu “MERAH PUTIH”.

RadeathRadeeth Kingdom adalah label yang menaungi album ALTARSCREAM. Tahun 2015 tepatnya tanggal 25 Oktober akhirnya Album perdana kami rilis, dengan delapan lagu siap menghajar kuping pecinta extreme metal tanah air dan manca negara. (Hrs/RI)

Comment

News Feed