by

Keniscayaan, Kota Bekasi bersama Jakarta

RUANGINDONESIA.COM – Presiden Jokowi baru baru ini mengumumkan bahwa Ibu Kota negara akan di pindahkan dari Jakarta ke Kalimantan Timur tepatnya di Kabupaten Kutai Kertanegara dan Kabupaten Penajam Passer Utara. Rencana Pemindahan Ibu Kota pastilah berkonsuekensi pada Perubahan Undang Undang nomor 29 tahun 2007 tentang Provinsi Jakarta sebagai Ibu Kota Negara.

Diberbagai media wacana pemindahan Ibu Kota terus bergulir, pro dan kontra kerap mewarnai materi diskursus para politisi, pengamat, ekonom dan masyarakat pada umumnya. Mulus atau tidaknya agenda pemindahan Ibu Kota akan bergantung pada tangan dinginnya Pak Presiden dalam meraih dukungan wakil rakyat di DPR.

Diluar hingar bingar Pemindahan Ibu Kota, kita juga dicengangkan dengan pemberitaan soal Kota Bekasi dimana melalui Walikota mengeluarkan statmen yang cukup mengejutkan, merespon wacana Provinsi Bogor Raya yang di gulirkan oleh Walikota Bogor saudara Bima Arya dengan Penggabungan Kota Bekasi ke Propinsi DKI.

Bang Pepen sebutan Walikota Bekasi menganggap Kota Bekasi dan Jakarta memiliki kesamaan budaya dan historis sehingga jikalau Kota Bekasi bergabung ke Jakarta akan lebih dekat chemistrinya ditambah lagi dengan struktur sosial masyarakatnya yang tidak jauh berbeda, tatanan masyarakat yang hitrogen yang sering disebut juga sebagai miniatur Indonesia.

Dari aspek miniatur Indonesia, Kota Bekasi malah mendapatkan berbagai penghargaan dari berbagai lembaga antara lain mendapatkan predikat ke enam (6) Kota Toleran dari Setara Institute di tahun 2018, ditahun 2017 Kota Bekasi juga mendapatkan penghargaan dari KOMNASHAM yaitu Kota yang konsisten memupuk toleransi beragama. Predikat Kota Toleran yang disandang Kota Bekasi tentulah tidak lepas dari tangan dinginnya Bang Pepen selaku Walikota dalam mejaga dan merawat Kebhinekaan yang ada melalui kebijakan kebijakannya.

Wacana yang digulirkan oleh Bang Pepen terkait penggabungan ke Jakarta tentulah memiliki alasan yang kuat. Selain kultur dan struktur sosial Bang Pepen juga menyebutkan akan adanya percepatan pembangunan dimana orientasi nya bermuara pada aspek kesejahterahan masyarakat secara cepat dan menyeluruh. Selaku Walikota, Bang Pepen pastilah memiliki data base yang akurat sebagai dasar argumen melalui Penggabungan Kota Bekasi ke Jakarta akan ada percepatan pembangunan. (***)

Comment

News Feed