by

Cemilan Tradisional Yang Di Kemas Dengan Jargon Organik

-Bisnis-61 views

RUANGINDONESIA.COM – Rangginang selama ini dikenal sebagai jajanan sisa yang tak sehat. Kandungan kolesterol dan bahan baku yang tak sehat menjadi alasannya. Halimah warga Plered, Kecamatan Weru, Kabupaten Cirebon mengembangkan variasi rangginang organik sebagai jajanan sehat untuk masyarakat.

Rangginang adalah camilan tradisional sejenis kerupuk dapat dijumpai hampir di seluruh pelosok nusantara. Tak hanya variasi rasa asin dan manis atau berwarna merah, camilan tradisional itu kini dikemas dengan jargon organik.

Halimah selalu menggunakan bahan alami untuk produk rengginangnya. Halimah berusaha konsisten menggunakan bahan alami karena akan mengubah rasa dan kualitas rengginang. Halimah juga menjadikan ini sebagai ciri khas produknya dengan label rengginang organik.

“Saya jualan rangginang ini beda dengan lainnya, kenapa bisa dinamakan RangginangH5? ya karea saya namanya Halimah maka dari itu saya namakan RangginangH5 ini ,”kata wanita yang akrab di sapa Imah kepada awak media, Jumat (22/3/2019).

Proses pembuatan rangginang memerlukan waktu lebih kurang dua hari. Rengginang harus melalui proses penjemuran terlebih dahulu sebelum menjadi produk siap olah. Untuk membuat rengginang antara lain, ketan beras tepung sagu, garam, gula pasir, bawang putih, ebi, penyedap rasa, dan air. Setelah siap lalu diolah dan rangginang dijemur terlebih dahulu

“Penjemuran cukup satu hari sudah kering. Tapi kalau musim penghujan biasanya lebih lama,” ungkapnya.

Halimah menjual rengginangnya ke warung-warung di sekitar rumahnya. Dia mampu menjual hingga dua kilogram rengginang setiap hari. Satu bungkus rengginang dia jual seharga Rp. 12.000 hingga Rp. 20.000.

Halimah juga sudah memiliki langganan tetap di luar Cirebon, seperti Jakarta, Bandung, Jember hingga Sumbawa. Setiap satu pekan sekali, Halimah mengirim satu kuintal rengginang ke Jakarta dengan harga dua juta per kuintal.

Halimah juga memasarkan produknya secara online. Sesekali, Halimah menggarap pesanan yang di pesan pelanggan asal Cirebon.

“Kalau harian tidak pasti jumlah rangginang yang terjual. Tetapi yang pasti setiap 10 hari sekali ada orderan dari Jakarta sekitar dua kuintal,” jelasnya.

Halimah berharap rangginang hasil produksinya semakin diminati masyarakat dan memiliki pasar lebih luas. Pembeli bisa menghubungi nomor telepon/ WhatsApp 08991748074 atau follow instragamannya @rangginangh5 untuk memesan atau datang langsung ke rumahnya di Desa Plered Kabupaten Cirebon. (Ari/RI)

Comment

News Feed