by

Menggali Potensi Olahraga Gulat Kabupaten Tapanuli Utara

-Olahraga-48 views

RUANGINDONESIA.COM –Selain menjadi hobbi, jika ditekuni dengan baik, olahraga dapat menghantarkan seseorang kemasa depan yang lebih baik. Ratusan atau bahkan ribuan manusia di dunia ini telah berhasil mencicipi masa depan yang bahagia hanya karena prestasinya disebuah cabang olahraga.

Sebut saja seperti Christiano Ronaldo yang kaya raya setelah menjadi bintang sepak bola dunia. Selain bintang yang dijuluki CR7 ini, ada pula nama Taufiq Hidayat yang merupakan bintang bulutangkis Indonesia, Valentino Rossi dari Moto GP dan masih banyak lain.

Mereka-mereka yang disebutkan diatas merupakan atlet yang dulunya tidak memiliki apa-apa, namun karena adanya keinginan dan tekad yang kuat, jatuh bangun bukan menjadi hambatan bagi mereka untuk menggapai impiannya, seperti pepatah yang mengatakan ‘setumpul-tumpulnya pisau jika diasa akan tajam pula’.

Bagaimana dengan potensi olahraga Indonesia, khususnya potensi olahraga di Kabupaten Tapanuli Utara, Provini Sumatera Utara sana? Mari kita simak:

Ronny Siringoringo Spd, salah satu Pelatih Cabang Olahraga (Cabor) Gulat yang juga merupakan guru olahraga di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 1 Siborongborong, Kabupaten Tapanuli Utara, Provinsi  Sumatera Utara mengatakan kesempatan menggali potensi olahraga di Kabupaten Tapanuli Utara cukup luas. Kegiatan masyarakat yang umumnya sebagai petani menjadi alasan dibalik kesempatan luas tersebut.

“Jadi hal yang utama yang harus dimiliki seorang atlet khususnya cabor gulat adalah fisik yang kuat. Dan itu sudah dimiliki oleh anak-anak didaerah pada umumnya, termasuk di Daerah Tapanuli Utara ini,” kata Ronny Siringoringo saat berbincang dengan ruangindonesia, pada Rabu (20/3/2019).

Pemerintah Indonesia sendiri terus mendorong pemerintah didaerah agar mampu menciptakan sumber daya manusia (SDM) yang baru khususnya di bidang olahraga. Negara juga memberikan jaminan yang jelas kepada putra-putri Bangsa yang berhasil mengharumkan nama Negara dikancah perolahragaan Nasional maupun Internasional.

Seperti apresiasi yang diberikan Negara kepada atlet-atlet yang berhasil mencetakkan prestasinya pada perhelatan Asian Games 2018 yang berlangsung belum lama ini di Jakarta-Palembang. Miliaran rupiah bonus diberikan oleh Negara kepada atlet juara I,II dan III serta diangkat langsung sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) sebagai bentuk apresiasi dan jaminan masa depan.

“Makanya pemerintah di daerah perlu berkolaborasi dengan stakeholder-stakeholder terkait agar bisa memanfaatkan lampu kuning yang diberikan oleh Negara ini.  Bukan hanya Gulat, sebenarnya banyak cabor yang memiliki potensi untuk dikembangkan di Tapanuli Utara ini dengan melihat SDM yang ada, misalnya; renang, pacu kuda, motor cross, dayung, lari, panjat tebing dan masih banyak lainnya,” kata guru yang lebih akrab disapa Bapak Siringoringo ini.

“Apalagi pada beberapa cabor kita sudah memiliki sarana dan prasarana yang cukup memadai. Jadi kami sebagai pelatih-pelatih hanya menunggu keseriusan dan dukungan dari Pemda setempat, baik dukungan materil maupun imateril,” tambah pria kelahiran 4 September 1979 ini.

Lanjut Ronny, dirinya sendiri saat ini memiliki  15 orang anak asuh tetap, dimana secara keseluruhannya dilatih dengan menggunakan uang pribadinya. Ia menceritakan bahwa dirinya juga sudah pernah melahirkan sebuah atlet lari yang telah mewakili Sumatera Utara dan Indonesia dalam berbagai lomba ditingkat Nasional dan Internasinal atas  nama Welman Pasaribu.

“Bukan dukungan saja sebenarnya, saya sendiri secara pribadi menginginkan akses yang lebih luas untuk mendampingi anak asuh saya hingga ketingkat Nasional. Karena salama ini hanya bisa mendampingi atlet hanya ketingkat Provinsi saja. Begitu dia berprestasi ditingkat Provinsi  atlet itu langsung dicabut dan menjadi milik Provinsi,” kata dia, menceritakan pengalamannya.

Oleh sebab itu, lanjut pria yang saat ini sedang menyelesaikan pendidikan di Pasca Prodi IKOR Unimed ini, Pemerintah Tapanuli Utara harus bisa melihat potensi olahraga di wilayah setempat. “Agar Tapanuli Utara dikenal bukan karena Bandara Internasionalnya saja, Nenasnya saja ataupun karena Kopinya saja, tetapi dikenal karena menjadi daerah kelahiran atlet-atlet profesional, misalnya jadi gudang atlet Gulat,” tutupnya terkekeh. (Hrs/RI)

Comment

News Feed