by

Hati-hati ! Kenali PJK Sejak Dini Sebelum Nyawa Melayang

-News-48 views

RUANGINDONESIA.COM – OMNI Hospitals Pekayon, Bekasi Selatan menggandeng sejumlah insan pers yang berdomisili dan bertugas di Kota Bekasi untuk mengenali Penyakit Jantung Koroner (PJK) dengan menggelar Health Talk & Media Gathering di Auditorium OMNI Hospital, belum lama ini.

Bertajuk “Mengenali Sejak Dini Resiko Jantung”, pemaparan pun disampaikan langsung oleh salah satu dokter Spesialis Jantung, dr Novita Sitorus.

Dalam kesempatan tersebut, dr Novita menjelaskan, salah satu faktor utama penyebab PJK yang paling banyak menyerang personal ialah rokok.

“Ada banyak beberapa faktor, salah satunya yang paling utama itu rokok. Biasanya, PJK juga akan menimpa pria mulai usia 45 tahun, dan perempuan usia 55 tahun,” ujarnya saat menyampaikan pemaparannya.

Ia juga menjelaskan, PJK sendiri disebabkan dengan adanya plak aterosklerosis yang dipicu oleh pola hidup tidak sehat yang tumbuh dan menyumbat pembuluh darah.

Ia pun menekankan pentingnya menjaga pola hidup sehat, seperti rajin berolahraga, minum air putih yang cukup, dan yang terpenting, menghindari rokok.

“Hampir rata-rata penderita PJK itu penyebab utamanya karna dia perokok. Jadi, ayo kawan-kawan mulai sekarang, mulai kurangi menghisap rokok demi jantung yang sehat,” tegasnya.

Lebih lanjut ia menjelaskan, perihal mitos “angin duduk” yang biasa dikaitkan dengan serangan jantung, yang dalam kasusnya, seseorang meninggal mendadak tanpa ada gejala-gejala penyakit tertentu, hal tersebut menurutnya hanya sebatas perumpamaan masyarakat.

Angin duduk sendiri, kata dr Novita, tidak ada dalam istilah medis.

Meski demikian, jika dikaitkan dengan penyakit jantung, hal tersebut tentu ada. Tetapi, orang yang terkena angin duduk bisa dipastikan ia menderita PJK namun tidak terdeteksi, atau penderita tersebut tidak aware akan penyakit yang menimpanya.

“Jadi intinya, angin duduk itu tidak ada dalam istilah medis dan bukan penyakit yang timbul karna tiba-tiba. Itu adalah penyakit jantung yang tidak terdeteksi atau tidak disadari oleh seseorang, kemudian karna banyaknya faktor penyebab PJK yang dilakukan individu tersebut, maka plak aterosklerosis yang terus menerus tumbuh dan menutup pembuluh darah ke jantung pun akhirnya tidak bekerja, jantung tidak mendapatkan pasokan makanannya, maka terjadilah jantung yang tidak bekerja dan menyebabkan seseorang kehilangan nyawanya,” pungkas dr. Novita menutup pemaparan. (Red/RI)

Comment

News Feed