by

Proyek Kereta Cepat Jakarta – Bandung Dikebut

-Bisnis, News-76 views

RUANGINDONESIA.COM – Kabar gembira ditujukan kepada kalangan masyarakat pengguna jasa transportasi umum jenis kereta api. Rencananya, proyek pembangunan moda transportasi massal yakni Kereta Api Cepat jurusan Jakarta – Bandung terus dikebut pengerjaannya sampai ditargetkan rampung seluruhnya pada tahun 2021 mendatang.

Untuk tahun ini, pihak Wijaya Karya selaku perusahaan konstruksi milik negara menargetkan proyek pembangunan kereta api cepat terealisasi 60 persen.

Seperti dijelaskan Presiden Direktur PT WIKA, Tumiyana, sejauh ini perkembangan pelaksanaan pembangunan berjalan dengan baik karena perusahaan telah mencapai 8 persen dari target pada akhir tahun lalu. “Sekitar 90,1 persen dari lahan telah ditebangi. Sampai hari ini, pengembangan sedang berlangsung di semua sektor, termasuk pembangunan terowongan dan fondasi, semuanya sedang berlangsung,” katanya di Jakarta baru-baru ini.

Pada tahun ini, kata Tumiyana, pihaknya fokus mengerjakan sarana rel dan memprioritaskan penyelesaian atau proses pembukaan tanah utama. WIKA bertindak sebagai pemimpin PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC), sebuah konsorsium Indonesia-Cina untuk proyek tersebut, bersama dengan perusahaan milik negara lainnya, seperti operator kereta api KAI dan operator jalan tol Jasa Marga.

Untuk mendukung pekerjaan di terowongan dan trek, KCIC sebagai kontraktor proyek menerima mesin bor terowongan (TBM) dari China awal bulan ini. “TBM mampu membangun terowongan untuk jalur ganda berkecepatan tinggi. Jadi saya yakin target 60 persen pada akhir tahun ini dapat tercapai,” kata presiden direktur KCIC Chandra Dwiputra saat acara seremonial di Tanjung Priok Port, Jakarta Utara, menyambut mesin.

BBM, yang memiliki berat 3.649 ton dengan diameter 13,19 meter dan panjang 15 meter ini pertama-tama akan dioperasikan di Halim, Jakarta Timur. Mesin tersebut akan membantu pengembangan terowongan sepanjang 1.885 meter yang disebut Tunnel #1, yang akan merakit mesin sebelum dioperasikan pada bulan Maret.

Chandra mengatakan mesin itu akan dioperasikan dengan menggunakan metode tunneling shielding untuk memastikan konstruksi tidak mempengaruhi daerah lalu lintas yang ramai di atas tanah, seperti jalan tol Cikampek dan jembatan Jatiwaringin. “Metode tunneling shield jauh lebih aman daripada metode pengeboran lainnya,” katanya.

“BBM akan bekerja selama 24 jam tanpa jeda dengan laju pengeboran antara 8 dan 10 m per hari,” kata Chandra, seraya menambahkan, teknisi membutuhkan 45 hari untuk merakit mesin sebelum beroperasi pada bulan Maret.

Upacara peletakan batu pertama untuk proyek US $ 6,07 miliar ini berlangsung pada bulan Januari 2016. Kereta api, yang akan menjangkau 142,3 kilometer dari Jakarta ke Bandung, akan menghubungkan empat stasiun, dengan Halim menjadi satu di Jakarta dan tiga lainnya – Karawang, Walini dan Tegalluar. (Moel/ri)

Comment

News Feed