by

Sholihin: Fraksi PPP Tetap Pertahankan Kartu Sehat Berbasis NIK

RUANGINDONESIA.COM – Maraknya isu terkait pemanfaatan Kartu Sehat Berbasis NIK (Nomor Induk Kependudukan) yang berkembang saat ini menimbulkan beragam pertanyaan di kalangan masyarakat. Terlebih lagi santer beredar kabar sebelumnya tentang adanya rumah sakit swasta yang tidak melayani pasien pemegang Kartu Sehat Berbasis NIK yang menjadi program Jamkesda yang diluncurkan Pemkot Bekasi ini.

Menanggapi isu ini, Sekretaris Komis I DPRD Kota Bekasi, H Sholihin, menegaskan Kartu Sehat Berbasis NIK tetap menjadi program andalan Pemkot Bekasi yang sampai saat ini masih berlaku. “Ketika masyarakat masih membutuhkan program Kartu Sehat ini, maka Fraksi PPP akan tetap mempertahankan program Kartu Sehat, karena manfaatnya sudah dirasakan masyarakat,” ujar legialator asal Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) ini, usai menghadiri kegiatan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tingkat Kecamatan Mustikajaya, Senin (11/2).

Politisi yang akrab disapa Gus Shol ini lantas mengingatkan masyarakat agar tidak tertipu oleh informasi atau berita yang belum dipastikan kebenarannya. “Wali Kota Bekasi sudah menegaskan tetap menjalankan program Kartu Sehat. Nah, masyarakat harus yakin dengan apa yang sudah disampaikan pemimpinnya dong,” ungkapnya.

Hal ini, imbuh Gus Shol, juga dibuktikan dengan digelontorkannya anggaran sebesar Rp 400 miliar untuk pelayanan Kartu Sehat Berbasis NIK. “Masyarakat jangan percaya dengan hoax yang bilang bahwa Kartu Sehat tidak berlaku lagi. Apalagi anggaran untuk Kartu Sehat ini sudah digelontorkan kok,” katanya.

Lebih lanjut, Gus Shol menyentil rekan-rekannya sesama anggota legislatif dari fraksi berbeda yang kerap mempermasalahkan program Kartu Sehat Berbasis NIK. “Mereka menolak, tapi mereka juga pegang dan punya Kartu Sehat, harusnya jangan gitu dong,” ujarnya menyindir. (Moel/ri)

Comment

News Feed