by

Addis Krisdianto: Perbedaan Pilihan Jangan Jadi Alasan Perpecahan

-News, Politik-96 views

RUANGINDONESIA.COM – Memasuki tahun politik jelang Pemilu 2019 ini, suhu politik di beberapa daerah menunjukkan peningkatan yang signifikan. Terutama yang berkaitan dengan beragam strategi para Calon Anggota Legislatif (Caleg) yang akan bertarung pada 17 April mendatang.

Selain mengusung jargon tentang peningkatan kesejahteraan, para Caleg tentu berupaya mengemas pencitraan positif demi merebut simpati masyarakat pemilih. Kondisi inilah yang menyebabkan beragam alasan masyarakat untuk menentukan pilihan suaranya kepada salah satu Caleg atau partai politik.

Meski demikian, perbedaan pilihan ini tentunya jangan sampai menimbulkan perpecahan di kalangan masyarakat. Apalagi sampai menimbulkan permusuhan yang akhirnya mempengaruhi kerukunan hidup bermasyarakat.

Himbauan ini disampaikan Addis Krisdianto selaku Caleg DPRD Kota Bekasi dari Partai Golkar untuk Daerah Pemilihan Kecamatan Rawalumbu, Bantargebang dan Mustikajaya dengan nomor urut 9. Saat diajak berbincang, Minggu (3/2) sore, Addis Krisdianto tetap menyatakan optimisme, masyarakat semakin cerdas untuk menghadapi ajang demokrasi akbar nanti.

“Silahkan masyarakat datang ke tempat pemungutan suara dan persiapkan diri untuk mencoblos Caleg pilihannya sesuai kriteria setiap masyarakat. Mungkin ada yang memilih Caleg karena alasan program kerjanya atau visi dan misinya, serta kedekatan emosional. Namun bagi saya itu tidak masalah, asalkan tidak berdampak terhadap keharmonisan hidup di masyarakat yang sudah terjalin baik sampai saat ini, terutama di Kota Bekasi,” papar Addis.

Addis juga berharap suasana politik tidak mempengaruhi kesadaran masyarakat Kota Bekasi untuk tetap menjaga toleransi antar umat beragama. “Masyarakat Kota Bekasi memiliki latar belakang kultur, suku, dan agama yang beragam. Ini tak dapat kita pungkiri. Makanya saya sangat berharap toleransi tetap terjaga sehingga masyarakat tidak mudah termakan isu-isu negatif yang dapat memicu perpecahan,” tegasnya.

“Mari kita hidup saling berdampingan, saling menghargai dan menghormati. Selama saya melakukan silaturahmi dengan masyarakat, kerukunan masih tetap terjalin, meski pilihan mereka berbeda. Jangankan kita satu kampung atau satu lingkungan, satu rumah pun mungkin ada yang berbeda pilihan,” imbuh Addis.

Lebih lanjut, Addis juga mengaku memiliki tanggung jawab secara pribadi untuk meningkatkan partisipasi masyarakat agar ikut menyalurkan hak suaranya pada ajang Pemilu. “Ini PR saya dan PR kota bersama agar partisipasi masyarakat tinggi, jangan sampai angka Golput lebih tinggi,” ulasnya.

Tingginya partisipasi masyarakat ini tentu akan menjadi barometer terhadap kesadaran masyarakat dalam kehidupan berpolitik. “Makanya kita berharap jumlah pemilih yang datang ke TPS tetap tinggi, makin tinggi partisipasi masyarakat, semakin tinggi pula tingkat kesadaran dan kecerdasan masyarakat dalam berpolitik, dan Pemilu dapat terlaksana secara sukses,” pungkasnya. (Moel/ri)

Comment

News Feed