by

Per Januari Tercatat 75 Kasus DBD, Dinkes Kota Bekasi Himbau Masyarakat Waspada

RUANGINDONESIA.COM – Pihak Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bekasi menghimbau kepada seluruh masyarakat agar waspada terhadap penyebaran wabah demam berdarah dengue (DBD). Pada medio Januari ini tercatat sudah 75 kasus DBD di Kota Bekasi.

Himbauan ini disampaikan Kepala Dinkes Kota Bekasi Tanti Rohilawati, saat diajak berbincang, Senin (28/1). Menurutnya, terjadi peningkatan kasus DBD tahun ini jika dibanding dengan tahun 2018 sebanyak 49 kasus.

“Untuk saat ini memang harus kita waspadai bersama, dengan jumlah kasus yang tercatat dalam intepal bulan ini yang terhitung cukup tinggi yakni 75 kasus. Informasi awal sebanyak 88 kasus merupakan info awal penanganan, setelah dilakukan evaluasi, yang dinyatakan positif sebanyak 75 kasus DBD,” papar Tanti.

Tanti menyebutkan adanya kemungkinan peningkatan jumlah kasus DBD, mengingat intensitas curah hujan yang masih tinggi. “Ini menjadi perhatian kita bersama, karena baru sebulan dan belum sampai tanggal 31 Januari,” tegas dia.

Tanti lalu memaparkan beberapa langkah antisipasi penyebaran wabah DBD di Kota Bekasi, diantaranya dengan melakukan pembersihan sarang nyamuk. “Pemberantasan Sarang Nyamuk ini kami lakukan setiap hari Sabtu sesuai instruksi Wali Kota Bekasi,” ulasnya.

Dinkes Kota Bekasi bersama Dinas Kominfo Kota Bekasi juga membuat apikasi ‘si-Tik Tik DBD’ yang memuat laporan DBD Angka Bebas Jentik dan Sistem Kewaspadaan Dini Rumah Sakit yang siap menerima laporan via email selama 24 jam. “Nah laporan terkait DBD ini termuat dalam aplikasi si-Tik Tik DBD ini,” imbuhnya.

Pihaknya juga akan mengoptimalkan fungsi Pokja DBD dan melaksanakan Gerakan Satu Rumah Satu Jumantik di tingkat kelurahan yang bersinergi dengan Puskesmas setempat. “Kemudian juga ada pelatihan pengenalan dan budi daya tanaman pengusir nyamuk di tingjat Kota Bekasi yang sudah kami laksanakan,” katanya.

Upaya lain yakni melaksanakan program pengenalan dan ujicoba lilin aromatik pengusir nyamuk DBD bekerjasama dengan pihak BBTKLPP dari Kementerian Kesehatan yang sudah dilaksanakan di wilayah Kecamatan Mustikajaya. Dilanjutkan dengan pelatihan pembuatan ovitrap bagi para kader di Kecamatan Bekasi Barat, dan pembentukan Satgas Gerakan Pembuatan Seribu Ovitrap yang bekerjasama dengan institusi pendidikan pascasarjana Universitas Muhammadiyah Prof Dr Hamka.

Tanti berharap masyarakat ikut berperan serta dalam mengantisipasi qabah DBD dengan melakukan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). “Kesadaran masyaramat untuk menjaga lingkungan yang bersih menjadi senjata utama untuk menekan angka menyebaran DBD ini,” tegasnya.

Upaya pemberantasan DBD dengan melakukan fogging, menurut Tanti, tidak terlalu memberikan dampak maksimal karena penyemprotan fogging tidak dapat membunuh nyamuk penyebar DBD. “Yang terpenring adalah menkaga lingkungan tetap bersih, makanya kami selalu menyarankan gerakan Pemberantasan Sarang Nyamuk agar upaya antisipasi penyebaran DBD lebih optimal,” pungkasnya. (Moel/ri)

Comment

News Feed