by

Tahun Politik, Karang Taruna Kota Bekasi Tetap Jaga Marwah Organisasi

RUANGINDONESIA.COM – Perhalatan akbar Pemilihan Umum (Pemilu) pada 17 April mendatang ternyata telah menguras perhatian seluruh kalangan masyarakat Kota Bekasi. Bukan hanya Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden saja, ajang Pemilihan Anggota Legislatif pun sudah menjadi buah bibir atau perbincangan sehari-hari bagi kalangan masyarakat di seluruh tingkatan.

Menyikapi dinamika tahun politik ini, Ketua Karang Taruna Kota Bekasi Ismail Hasyim menyatakan pihaknya akan tetap menjaga marwah atau kehormatan Karang Taruna sebagai organisasi sosial. Ia pun menghimbau kepada seluruh pengurus Karang Taruna agar tidak terjebak dalam lingkaran suksesi politik praktis.

Secara kelembagaan, Ismail menegaskan, Karang Taruna dilarang ikut berpolitik praktis. “Ketika berseragam Karang Taruna, kawan-kawan tidak boleh melaksanakan kegiatan politik,” ujarnya, Jumat (11/1).

“Tapi sebagai warga Indonesia yang memiliki hak pilih dan hak berdemokrasi secara personal, silahkan berafiliasi. Perlu diingat bahwa teman-teman Karang Taruna tidak berasal dari satu partai yang sama, jadi tidak ada keberpihakan Karang Taruna secara kelembagaan terhadap satu partai atau seorang Caleg,” papar Ismail.

Lebih lanjut Ismail berharap para pengurus Karang Taruna tingkat kecamatan dan kelurahan tetap memahami aturan yang tertuang dalam Pedoman Dasar dan Pedoman Rumah Tangga Karang Taruna. “Sehingga tidak akan terjadi kontradiksi antara aturan dengan aktifitas yang dilaksanakan para kader dan pengurus Karang Taruna,” imbuh dia.

Secara tegas, Ismail memaparkan tingakatan strukrur organisasi Karang Taruna secara nasional yang sudah diatur dalam Peraturan Menteri Sosial, yakni mulai dari tingkat nasional, lalu provinsi, kota atau kabupaten, kecamatan hingga kelurahan atau desa. “Kalau pun ada kepengurusan Karang Taruna di tingkat RT dan RW, itu tergantung kearifan lokal masing-masing daerah dalam rangka membina remaja dan pemuda, yang kenudian sesuai hasil ijtihad lalu terbentuklah pengurus di tingkat RW yang disebut Unit Karang Taruna dan di tingkat RT yang disebut Sub Unit Karang Taruna,” paparnya.

Ismail lalu mengaku dirinya menerima masukan dan saran dari pengurus Karang Taruna di tingkat Privinsi Jawa Barat, agar jangan ada sebutan atau nama Karang Taruna lain, kecuali yang sesuai dengan Pedoman Dasar dan Pedoman Rumah Tangga Karang Taruna. Dia juga mengajak seluruh kader dan pengurus Karang Taruna untuk tetap menjaga kekompakan internal organisasi.

“Kembali pada niat yang sama untuk membesarkan Karang Taruna sesuai marwah atau kehormatan organisasi ini sebagai organisasi sosial yang menjadi mitra pemerintahan. Ayo kita saling introspeksi diri, jangan sampai kita meninggalkan cerita-cerita yang salah, sehingga akan timbul aksi saling menyalahkan,” ungkapnya.

Terakhir, Ismail menyampaikan optimisnya terkait eksistensi Karang Taruna di Kota Bekasi yang sudah menyumbangkan kontribusi positif untuk masyarakat. “Berkat kerja keras seluruh pengirus dan anggota Karang Taruna, baik yang ada di tingkat RT, RW, kelurahan maupun kecamatan, saat ini keberadaan Karang Taruna di Kota Bekasi sudah dipandang dan diakui oleh tingkat nasional,” katanya.

“Terbukti dengan diraihnya penghargaan untuk kategori Karang Taruna Teladan Tingkat Desa atau Kelurahan se-Jawa Barat, serta Pembina Umum Terbaik Karang Taruna Tingkat Desa atau Kelurahan se-Jawa Barat. Inilah bukti dari indikator keberhasilan yang harus dipertahankan oleh seluruh kawan-kawan Karang Taruna,” pungkas Ismail mengakhiri perbincangan. (Moel/ri)

Comment

News Feed