by

LDII Komitmen Berikan Dukungan BNN Perangi Bahaya Narkoba

RUANGINDONESIA.COM – Pimpinan Cabang (PC) Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) dengan menggandeng Badan Narkotika Nasional (BNN) mengadakan sosialisasi bahaya Narkoba, di Masjid Baitul Mukmin, Senin (7/1). Kegiatan ini diikuti sekitar 800 peserta dan dihadiri anggota DPR RI, Wenny Haryanto, Babinsa Aren Jaya, Bimaspol Aren Jaya, segenap tokoh masyarakat, para pengurus PC/PAC dan kalangan pemuda dari LDII Kecamatan Bekasi Timur.

Anggota DPR RI dari Fraksi Golkar yang duduk di Komisi VIII, Wenny Haryanto, yang turut hadir mengapresiasi kegiatan tersebut. Menurut dia, kegiatan seperti ini mampu memberi wawasan terhadap para generasi muda LDII.

“Di Indonesia sekarang ini sedang darurat Narkoba. Temuan BNN di Kota Depok ada dua pabrik pembuat Narkoba skala besar sabu kualitas terbaik sekitar 15-20 kilogram dan produksi pil ekstasi 10 ribu ekstasi setiap harinya, yang di kendalikan oleh tahanan di Lembaga Pemasyarakatan Cipinang, Jakarta Timur,” papar Wenny.

“Saya berharap remaja Kota Bekasi juga LDII terhindar dari Narkoba,” sambungnya.

Ketua PC LDII Kecamatan Bekasi Timur,
Ozi Fahruji, mengatakan kegiatan ini bertujuan agar warga LDII Kecamatan Bekasi Timur hususnya mengerti akan bahayanya Narkoba. “Yang pasti merusak masa depan,” ungkapnya

Sementara, Deputi Pemberdayaan Masyarakat Badan Narkotika Nasional (BNN), Irjen Pol Drs Dunan Isja, MM berkesempatan menyampaikan materi pada Pengajian remaja dan Sosialisasi Bahaya Narkoba pada Generasi Penerus (Generus) LDII Kecamatan Bekasi Timur. Dia menyampaikan bahwa sebagai generasi penerus, para pemuda harus jeli dalam mengantisipasi masuknya narkoba. Hal yang paling mudah ialah dengan peduli terhadap anggota keluarga, teman, dan orang terdekat.

Ia juga menjelaskan Inpres No 6 tahun 2018 yang di tanda tangani oleh presiden Jokowi, BNN juga mengajak pada seluruh stake holder agar bisa bekerja sama, agar pelaksanaan Rencana Aksi Nasional Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika dan Prekursor Narkotika (P4GN) ini berjalan dengan baik.”Terutama dukungan dan peran serta masyarakat dan LDII. ujar Dunan.

Dalam Kegiatan ini dirinya juga berterima kasih, kepada PC LDII Bekasi Timur karena menambah agen-agen baru untuk mengedukasi masyarakat terutama generasi muda yang menjadi rantai termudah.

“Karena BNN membutuhkan mitra dalam menanggulangi penyalahgunaan narkoba adalah permasalahan bangsa, bagaimana jika generasi kita hancur oleh Narkoba. tentu kita tidak ingin hal itu terjadi, maka perlu tanggung jawab kita bersama, dalam upaya menyelamatkan generasi muda dari bahaya Narkoba dan benteng terbaik adalah agama,” Kata Dunan.

Selain itu, ia menambahkan bahwa berbagai modus pengendaran narkoba memang sudah beragam. Bandar narkoba juga sudah tidak pilih-pilih dalam mencari korbannya. Bahkan sampai anak SD pun sudah terkena. BNN juga menghimbau bahwa bila ada kenalan yang terlibat narkoba, hendaknya segera di rehabilitasi. Di akhir kegiatan ini, Deputi Dayamas BNN menyematkan Pin kepada Duta Anti Narkoba LDII Bekasi Timur.

Kegiatan ini ditutup dengan pemaparan oleh Ir H Ary Widjanarko. Dia menyebut awal tahun 2019 tantangan ke depan sudah menanti. Indonesia mempunyai musuh besar yaitu Korupsi, Narkoba dan degradasi mental bangsa (SARA/HOAX). Dan hari ini kita sudah mulai mengawali dengan sosialisasi Narkoba untuk generasi penerus LDII.

Melalui kegiatan ini, diharapkan kerja sama yang sinergis memperkuat upaya penyelamatan generasi bangsa dari ancaman narkoba. Tentu kami harapkan kami bahwa generasi LDII Kota Bekasi menjadi generasi unggul yang berakhakul karimah, alim dan fakih, mandiri, berprestasi dan terhindar dari bahaya narkoba. jelas Ketua DPD LDII Kota Bekasi. (Gib/ri)

Comment

News Feed