by

Wali Kota dan Tiga Pilar Kota Bekasi Pantau Pengamanan Natal

RUANGINDONESIA.COM – Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi bersama Kapolrestro Bekasi Kota Kombes Pol Indarto serta Dandim 0507/BKS Letkol Arm Abdi Wirawan menggiatkan pengamanan malam Natal, Senin (24/12). Tiga gereja yang ada di Kota Bekasi menjadi sasaran monitoring ini demi memberikan rasa aman dan nyaman bagi umat kristiani dalam merayakan Natal tahun ini.

Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi mengatakan, pihaknya mengerahkan seluruh unsur pengamanan untuk menjaga keamanan di malam Natal 2018 ini. “Saya sama Pak Kapolres dan Pak Dandim pada malam hari ini, bahkan mulai dari siang tadi sudah monitoring ke beberapa titik gereja yang ada di Kota Bekasi,” ujar Wali Kota Bekasi.

Lebih lanjut diagendakan unsur muspida berangkat Ke Arnoldus Pasar Baru, Kumene Harapan Baru, dan Galaxy. “Seluruh pihak terkait selaku jajaran pengamanan Malam Natal 2018 yang ada yaitu Pak Danramil, Pak Kapolsek, camat, lurah, Bimaspol,  dan Babinsa sudah komitmen bersama menjaga kondusifitas Malam Natal di Kota Bekasi,” paparnya.

Wali Kota juga berpesan kepada seluruh kalangan masyarakat untuk menjaga kondisi aman dan tertib di lingkungannya masing-masing. “Keamanan harus kita jaga bersama, karena keamanan itu milik kita bersama, bukan hanya milik satu golongan saja, sesuai amanat Undang-Undang Dasar 1945 Pasal 28 E ayat 1 bahwa setiap orang bebas memeluk agama dan beribadat menurut agamanya, memilih pendidikan dan pengajaran, memilih pekerjaan, memilih kewarganegaraan, memilih tempat tinggal di wilayah negara dan meninggalkannya serta berhak kembali. Dan masyarakat Kota Bekasi itu majemuk jadi pemerintah wajib melindungi semuanya,” tegasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Kapolres Metro Kota Bekasi, Kombes Pol Indarto menjelaskan, pihaknya mengerahkan sebanyak 1.945 personil gabungan untuk mengamankan 255 tempat ibadah. “Polrinya 10 orang, TNI-nya ada 5 orang, lalu satpol PP dan ada mitra Khamtibmas juga panitia lokal di setiap gereja yang ada di Kota Bekasi,” ucapnya.

Dikatakan Indarto, sejak awal sudah koordinasi dengan tokoh agama agar para jemaat yang akan ibadah tidak pakai tas besar, selain itu juga sudah koordinasikan kalau datang ada SOP sterilisasi. “Kalau ada tas-tas besar kita suruh buka sendiri dan kita lihat,” ujarnya.

“Setiap gereja juga ada sterilisasi, dan kita memaksimalkan pengamanannya gereja yang ada di Kota Bekasi,” pungkasnya. (Moel/ri)

Comment

News Feed