by

Dibayangi Resiko Kecelakaan, Pengemudi Ojol Nasibmu Kini

RUANGINDONESIA.COM – Sejak awal diluncurkan melalui aplikasi, jasa pelayanan ojek online (Ojol) menjadi magnet bagi kalangan masyarakat yang belum memiliki pekerjaan yang layak. Wajar saja jika akhirnya ribuan pengemudi Ojol kini semakin menghiasi wajah jalan raya di tiap sudut kota-kota besar.

Begitu juga di Kota Bekasi. Jumlah pengemudi Ojol yang beroperasi tiap hari sudah menembus angka ribuan orang. Hal ini tentunya menghasilkan pundi-pundi keuntungan untuk dua penyedia aplikasi Ojol yang eksis saat ini.

Meski selalu dibayangi resiko kecelakaan di jalan raya dengan nyawa sebagai taruhannya, para pengemudi Ojol tetap beroperasi demi memenuhi kebutuhan sehari-hari untuk dirinya serta anggota keluarganya. Selain itu, mereka juga dibayangi kegalauan terkait status atau legalitas mereka.

Saat diajak berbincang, Ahmad Rojikin selaku Pembina Basecamp Rider Kemang View yang merupakan paguyuban Ojol, menyebutkan sampai saat ini pengemudi Ojol yang tergabung dalam paguyuban Rider Kemang View mencapai 4.000 orang. “Kami bekerja selalu berusaha memenuhi aturan yang diterapkan pihak aplikator. Intinya bekerja sesuai aplikasi,” ungkap lelaki yang populer disapa Babe Roy ini, Rabu (12/12) pagi.

Babe Roy menyatakan banyak pengemudi Ojol yang mengaku galau dengan nasib mereka yang terkesan kurang diperhatikan pihak aplikator. “Kami bekerja untuk aplikator, tapi ketika kami mengalami kecelakaan, tidak ada pihak dari aplikator yang mengurus kami di rumah sakit atau kepolisian. Pihak aplikator cuma sebatas memberikan santunan,” ulas dia.

Babe Roy mengakui tingkat kecelakaan di jalan raya saat ini dialami pengemudi Ojol. “Hampir setiap hari kami mendengar ada saja rekan kami yang mengalami kecelakaan lalu lintas, bahkan sampai ada yang meninggal dunia,” katanya.

Babe Roy justru memberikan apresiasinya kepada Calon Anggota Legislatif (Caleg) untuk DPR RI dari Partai Golkar debgan nomor urut 4 di Dapil Kota Bekasi san Kota Depok Heri Suko Martono yang telah peduli dengan menyediakan kendaraan operasional ambulance yang bisa dimanfaatkan jika ada pengemudi Ojol atau keluarganya yang sakit. “Banyak sekali manfaatnya, setiap hari ambulance bantuan operasional dari Pak Heri Suko Martono tidak pernah nganggur,” paparnya.

Lebih lanjut, Babe Roy menegaskan para pengemudi Ojol berharap kepedulian pemerintah dan pihak penyedia aplikasi. “Pada intinya kami berharap pemerintah segera menyusun payung hukum sebagai legalitas untuk kami secara resmi, sehingga ada kejelasan tentang hak dan kewajiban kami selaku pengemudi Ojol maupun hak dan kewajiban pihak penyedia aplikasi,” pungkasnya. (Moel/ri)

Comment

News Feed