by

Seleksi CPNS 2018, Peserta Hanya Boleh Daftar 1 Jabatan di 1 Instansi

-Nasional-64 views

Seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) tahun 2018 mensyaratkan, peserta CPNS hanya bisa mendaftarkan diri di satu jabatan pada satu instansi yang menjadi daftar penerimaan PNS.

Jumlah instansi yang membuka peluang formasi jabatan ditahun 2018 pun terdapat 601 instansi yang meliputi kabupaten-kota, provinsi, kementerian, dan lembaga-lembaga kementerian.

Sedangkan, proses pendaftaran bagi para peserta pun hanya bisa dilakukan melalui satu situs resmi yang menjadi media tunggal pendaftaran seleksi CPNS, yakni sstnbkn.go.id yang diakui sudah terintegrasi.

“Dari sekian banyak pendaftar itu, kita membuat pendaftaran secara terintegrasi. Artinya, seluruh pendaftar hanya menggunakan satu situs yang dinamakan sstnbkn.go.id. Kenapa kita gunakan sstn ? Karna ada aturan, seseorang hanya boleh mendaftar disatu jabatan pada satu instansi. Jadi, dia gak boleh daftar dimana-mana lagi,” ujar Deputi Bidang Sistem Informasi Kepegawaian BKN, Iwan Hermanto saat ditemui di Gedung Bagas Raya, Pondok Kelapa, Jakarta Timur, Senin (10/12/2018).

Dijelaskan Iwan, dari jumlah 601 instansi yang membuka formasi jabatan, akan ada sekitar 238.015 peserta yang direkrut untuk mengisi formasi jabatan tersebut. Sedangkan, peserta seleksi CPNS yang telah melamar atau mendaftar pun ada sekitar 4,8 juta atau mendekati angka 5 juta peserta.

Selain itu menurut Iwan, proses seleksi CPNS kali ini melibatkan Nomor Induk Kependudukan (NIK) yang akan menjadi integritas peserta CPNS.

“Jadi, kalau ada seseorang yang sudah daftar itu NIK-nya kita catat. Maka, begitu dia daftar ditempat lain, ya tidak bisa, karna kita punya NIK-nya,” imbuhnya.

Iwan pun mengungkapkan, dari sekian banyak peserta yang mendaftar, ternyata, peserta yang akhirnya bisa mengikuti proses seleksi ada 2.6 juta dari 5 juta peserta yang telah pula dilakukan verifikasi.

“Selanjutnya, para peserta pun mengikuti tes tingkat pertama, yaitu SKD dan SKB. Apa itu SKD ? Yakni Seleksi Kemampuan atau Kompetensi Dasar, yang mana semua peserta harus melewati tahap itu (SKD) apapun jurusannya, basicnya, ya harus lolos itu dulu. Mau dia guru, dia dokter, dia perawat dan sebagaimanya, harus melalui tahappan SKD. Dal kalau sudah lulus SKD, akan dilanjtukan pada tahap berikutnya,” pungkas Iwan.

 

(Kub)

Comment

News Feed