by

Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Keluarga Menjamin Masa Depan Bangsa

RUANGINDONESIA.COM – Tumbuh kembang anak ditentukan pada usia dini, terutama saat usia emas 0-4 tahun. Karenanya, pendidikan anak usia dini (PAUD) dinilai sangat penting. Pendidikan usia dini juga menjadi investasi paling fundamental. Hal ini yang memastikan kualitas hidup keluarga lebih baik di masa mendatang. Masa depan bangsa juga menjadi terjamin.

“Berbagai penelitian menunjukkan bahwa keberhasilan, kesehatan, dan kesejahteraan emosional seseorang berakar pada anak usia dini, sehingga investasi pada pendidikan anak usia dini dipercaya sebagai salah satu investasi strategis bagi sebuah Negara,” papar Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini  dan Pendidikan Masyarakat, Kemendikbud, Harris Iskandar saat membuka Workshop dan Dialog Kebijakan Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Keluarga Tahun 2018, Bandung, Kamis (6/12).

Menurut Harris, pentingnya penyediaan stimulasi perkembangan bagi anak usia dini melalui pendidikan prasekolah telah terbukti meningkatkan peluang anak untuk mencapai hasil pembelajaran yang lebih baik saat di sekolah hingga anak dapat memiliki produktivitas pekerjaan dan kesehatan yang prima saat mereka dewasa.

Peran penting penyediaan pendidikan bagi anak usia dini telah diakui secara global. Salah satunya seperti yang tertuang dalam Agenda Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals-SDGs) dengan poin tujuan nomor 4.2, yaitu memastikan bahwa pada tahun 2030 seluruh anak perempuan dan laki-laki memiliki akses kepada pengembangan, perawatan, dan pendidikan pra-dasar usia dini yang berkualitas sehingga siap untuk mengikuti pendidikan dasar. Kesadaran Pemerintah Indonesia akan pentingnya penyelenggaraan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) telah dijabarkan pada Peraturan Presiden Nomor 60 Tahun 2013 tentang Pengembangan PAUD Holistik Integratif (HI),  dan Perpres Nomor 2 Tahun 2018 tentang Standar Pelayanan Minimal.  Peraturan Pemerintah Nomor 2 Tahun 2018  menyatakan bahwa  pemerintah kabupaten/kota  wajib  menyelenggarakan  layanan   pendidikan anak usia dini minimal satu tahun sebelum anak memasuki jenjang pendidikan dasar. Hal ini merupakan strategi pemerintah dalam mewujudkan generasi yang cerdas secara komprehensif.

Untuk memperkuat kualitas pendidikan dan perkembangan anak, pemerintah melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menyadari pentingnya mewujudkan ekosistem pendidikan yang konstruktif. Ekosistem pendidikan   terdiri atas tri pusat pendidikan, yaitu pendidikan anak di lingkungan sekolah, keluarga dan masyarakat. Setiap lingkungan tersebut mempunyai peran yang sangat penting dalam mempengaruhi pembentukan karakter dan kepribadian anak.  Pemerintah   menyakini bahwa keluarga sebagai lingkungan perekat antara lingkungan sekolah dan lingkungan masyarakat.

Penguatan kualitas pendidikan anak usia dini melalui pelibatan keluarga dinilai sebagai upaya strategis untuk mencapai kualitas anak usia dini yang paripurna. Berbagai hasil penelitian menunjukkan bahwa pelibatan keluarga di sekolah, utamanya pada pendidikan anak usia dini memiliki peran utama dalam pengembangan karakter anak maupun bagi optimalisasi aspek perkembangan anak lainnya. Keterlibatan orang tua pada pendidikan anak  merupakan sebuah konstruksi multidimensional, terdiri atas perilaku dan keyakinan orang tua terhadap pendidikan anak, baik di rumah maupun di sekolah, terbukti memiliki hubungan yang positif bagi kesejahteraan, psikososial, kesehatan mental dan emosional anak.

“Oleh karena itu, Pemerintah Indonesia melalui Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) Nomor 30 Tahun 2017, tentang Pelibatan Keluarga pada Penyelenggaraan Pendidikan, mengimplementasikan proses pelibatan keluarga pada penyelenggarakan pendidikan. Disamping lingkungan sekolah dan keluarga, lingkungan masyarakat merupakan lingkungan ketiga dan merupakan lingkungan pendidikan terakhir yang bersifat permanen,” ujar Harris.

Menyadari peran penting Pendidikan Anak Usia Dini dan pendidikan keluarga dalam optimalisasi capaian perkembangan anak dan dampaknya pada kehidupan dewasa mereka, Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini  dan Pendidikan Masyarakat, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan pada tahun 2018 bermaksud menyelenggarakan Dialog Kebijakan dengan Tema ”Mewujudkan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Berkualitas, Inklusif dan Berkesetaraan“.

“Momen ini  merupakan ajang bagi pegiat, pemerhati, akademisi, pelaku serta pengambil kebijakan untuk berbagi pengalaman baik dan  ide tentang pendidikan anak usia dini dan pendidikan keluarga,” ungkap Harris.

Acara yang digelar di Novena Hotel Jl. Dr. Setiabudhi No.4, Gudang Kahuripan Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat. Diikuti 532 peserta dari berbagai lembaga, pegiat PAUD dan akademisi. Dengan tujuan melakukan evaluasi terhadap kebijakan dan mendiskusikan peluang dan tantangan penyelenggaraan PAUD dan pendidikan keluarga di masa depan. (Hrs/ri)

Comment

News Feed