by

Gagal Paham, Pengajuan Nama Calon Sekretaris II KPA Kota Bekasi Tanpa Melalui Tim Seleksi

-News-237 views

RUANGINDONESIA.COM – Pemerintah daerah bersama masyarakat Kota Bekasi memiliki semangat yang sama, dalam rangka menanggulangi penyebaran penyakit AIDS. Semangat ini terumuskan dalam Peraturan Wali Kota Bekasi Nomor 72 Tahun 2017 tentang Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kota Bekasi.

Namun dalam proses pembentukan struktur pengurus di Sekretariat KPA Kota Bekasi ini, ternyata pengajuan nama untuk Calon Sekretaris II tanpa melalui Tim Seleksi. Pengajuan 9 nama ini merupakan hasil rapat yang digelar Kamis tanggal 22 November 2018 di Ruang Rapat Asda II Setda Kota Bekasi.

Padahal dalam Perwal tentang KPA Kota Bekasi tersebut, di Pasal 9 ayat (1) menyebutkan, pengisian jabatan pengurus Sekretariat KPA diumumkan secara terbuka dan dipilih oleh tim seleksi yang ditetapkan dengan Keputusan Wali Kota. Wajar saja jika sejumlah pihak menilai pengajuan nama Calon Sekretaris II KPA Kota Bekasi ini melanggar Perwal Nomor 72 Tahun 2017.

Adapun 9 nama yang diusulkan tersebut antara lain Rayendra Sukarmadji (mantan Sekretans Daerah Kota Bekasi), Bambang Djati (mantan Kepala Dmas Kesehatan Kota Bekasi), Supriyadi (mantan anggota DPRD Kota Bekasi), dan Daniel Ramadhan (aktivis HIV/AIDS dl Kota Bekasi). Selain itu ada nama Novan Andri (aktivis HIV/AIDS dl Kota Bakasi), Jamaluddin AI Afghoni (aktivis HIV/AIDS di Kota Bekasi), Darmawan (aktivis HlV/A|DS dl Kota Bekasi), Christinto (aktivis HIV/AIDS dl Kota Bekasi), serta Harry Baglanto (aktivis HlV/AIDS di Kota Bekasi).

Menanggapi permasalahan ini, Basuki Setiawan dari Yayasan Lembaga Kasih Indonesia yang ikut hadir dalam rapat pengajuan nama Calon Sekretaris II KPA Kota Bekasi tersebut mengakui adanya kejanggalan dalam proses pembenrukan pengurus Sekretariat KPA Kota Bekasi. “Tim seleksi belum terbentuk, tapi nama-nama calon sudah muncul dan langsung diajukan kepada Ketua KPA yang notabene adalah Wali Kota Bekasi. Ini janggal,” ujarnya saat ditemui, Rabu (5/12) sore.

Basuki mengapresiasi niat baik Pemkot Bekasi untuk menanggulangi penyebaran penyakit AIDS dengan mengaktifkan KPA Kota Bekasi. “Namun jangan sampai semangat positif ini ternoda oleh proses yang salah. Jika awalnya saja sudah salah, maka seterusnya juga akan salah,” tegasnya.

Lebih lanjut, Basuki menyatakan tidak mempermasalahkan siapa saja nama yang akan terpilih sebagai Sekretaris II KPA Kota Bekasi. “Yang penting sesuai ketentuan, memiliki pengetahuan mengenai pencegahan penanganan HIV dan AIDS, serta memiliki komitmen, dedikasi dan jiwa sosial yang tinggi dalam pelayanan kepada masyarakat,” paparnya.

Basuki lalu berharap kepada Ketua KPA Kota Bekasi yakni Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi agar tidak menindaklanjuti pengajuan nama Calon KPA Kota Bekasi yang diusulkan tanpa melalui tim seleksi. “Alangkah lebih baik jika dibentuk dulu tim seleksi. Nanti biar tim seleksi yang akan memilih siapa figur yang tepat dan pantas menjadi Sekretaris II Kota Bekasi,” pungkasnya. (Moel/ri)

Comment

News Feed