by

Mantan Terpidana Korupsi, Linggom Nyaleg Lewat Nasdem

-News, Politik-86 views

RUANGINDONESIA.COM – Partai Nasional Demokrat (Nasdem) menampung calon legislatif mantan koruptor. diantaranya Linggom F Lumban Toruan yang pernah divonis 1 tahun penjara oleh Mahkamah Agung (MA) terkait kasus kencing BBM.

Linggom sendiri merupakan mantan Anggota Fraksi Hanura DPRD Kota Bekasi. karena kasusnya, kemudian Linggom dipecat dari partai dan posisinya digantikan Sihar lewat PAW.

Pada Pileg 2019 mendatang, Linggom maju lewat partai Nasdem maju DPR RI dapil Kabupaten Bekasi, Karawang dan Purwakarta, Linggom mendapat nomor urut 9.

Munculnya nama Linggom di Partai Nasdem, membuat polemik dan tanggapan miring dari sejumlah pihak. Nasdem, dinilai sebagai partai yang menampung mantan koruptor.

“Masa mantan koruptor ditampung dan dijadikan caleg. sudah tau dia pernah bermasalah, bagaimana nanti jika terpilih lagi, jangan jangan hal serupa bisa dilakukannya lagi. seharusnya nasdem pilah pilih dalam memilih caleg,” Kata warga Babelan, Kabupaten, Hasan.

Senada, Ratna warga Tambun Selatan.”Partai yang memajukan caleg mantan koruptor, kebersihan partainya patut dipertanyakan,” tuturnya.

Padahal diberbagai media, Partai besutan Surya Paloh itu bersikap tegas NasDem tidak akan mengusung caleg mantan napi korupsi.”Komitemen itu dimana yah?. Ketika di dalamnya ada caleg yang secara moral kurang bersih, integritas moralnya dipertanyakan, maka menjadi tidak logis,” tegasnya.

Ketua DPC Hanura Kota Bekasi, Syaherallayali tidak ingin mengomentari terkait mantan anggotanya yang maju lewat nasdem.

“Kan sudah lama dipecat dari partai hanura. sudah bukan kewenangan kita lagi mengomentari itu,” ujarnya.

Ketua KPU Kabupaten Bekasi, Jajang Wahyudin mengatakan bukan ranahnya dalam mengomentari hal tersebut.

“Itu ranah KPU RI. tapi dalam keputusan MA, mantan koruptor boleh nyaleg,” Katanya.

Namun, sesuai titah KPU RI, Ia mengatakan KPU akan mengumumkan daftar calon anggota legislatif (caleg) mantan napi korupsi yang mengikuti kontestasi Pemilu 2019. Nantinya nama-nama tersebut, menurutnya akan diumumkan di website resmi KPU.

“Akan diumumkan di website KPU,” ujarnya.

Ia mengatakan pengumuman nama-nama tersebut dapat dikutip oleh siapa saja. Ia juga mengatakan pihak yang tidak setuju dengan caleg eks napi korupsi dapat mengkampanyekan dari data yang ditampilkan.

“Paling tidak di website KPU ditayangkan terus, dan nanti bisa dikutip oleh siapapun, karena menjadi pengumuman KPU Di websitenya KPU. Karena kan situs resmi KPU. Yang tidak setuju (caleg eks koruptor) bisa mengambil bahan itu, untuk mengkampanyekan orang itu. Tapi bukan tugas KPU untuk mengampanyekan itu,” imbuhnya.

Ia menambahkan, nantinya data yang akan ditampilkan yaitu terkait nama, daerah pemilihan (Dapil) hingga asal partai. Kendati, Ia mengatakan pihaknya masih membahas waktu pengumuman tersebut. (gib/ri)

Comment

News Feed