by

Stop Pornografi dan Bijak Gunakan Internet

RUANGINDONESIA.COM – Pornografi kini menjadi sebuah momok yang menakutkan bagi orangtua. Pasalnya, dengan kecanggihan teknologi, anak dibawah umur seperti pelajar dapat melihat dan mengunduh vidio porno dengan genggamannya.

Teknologi seperti internet bila digunakan secara positif akan berguna bagi anak-anak. Namun, bila disalahgunakan, akan berdampak buruk bagi psikologi dan masa depan si anak.

Disini, peran orangtua sangatlah penting untuk mengawasi anak dalam menggunakan gawainya.

Apalagi kini, menurut Ketua Komisi Perlindungan Anak Daerah (KPAD) Kota Bekasi, Aris Setiawan bahwa Indonesia menjadi negara pertama pengunggah vidio porno terbanyak dibandingkan India.

Sedangkan di Kabupaten Bekasi, Komisioner KPAD Kabupaten Bekasi, Muh Rojak menuturkan, bahwa pernah ada kasus pornografi melalui grup whatsapp anak SMP yang ternyata didalam grup itu berisi konten pornografi seperti vidio porno, dan ajakan untuk melakukan mesum sesama anggota grup dengan lawan jenisnya.

Kata dia, dari 24 pelajar yang menjadi anggota grup itu, 3 siswa pindah sekolah, satu mengundurkan diri dan 20 orang dalam pengawasan guru BK. Ke 24 anggota itu berisikan 10 siswi dan 14 siswa.

“Pornografi lebih sadis pengaruhnya dari narkoba. Pornografi itu narkoba lewat mata,” ucapnya.

Pemerhati Pendidikan Bekasi, Yasni Mardianasari angkat bicara. Menurut perempuan yang karib disapa Iyas ini, pendidikan agama perlu menjadi prioritas dalam Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) baik tingkat SMP dan SMA/sederajat. Sebab, agama dapat membentengi diri para pelajar di Bekasi untuk tidak melakukan hal yang negatif.

Bila dalam diri para pelajar sudah dibekali agama yang kuat, hal yang berbau pornografi akan mudah dihalau. Ia berharap Pemerintah memfokuskan pendidikan agama dan moral bagi para pelajar, untuk menciptakan benteng agar tidak mudah terdegradasi.

Biacara soal pergaulan, sambung Iyas, pelajar zaman sekarang sudah masuk dalam kategori digital native. Dimana dalam setiap pergaulan yang ada, sudah dapat dipastikan para pelajar menggunakan gawai, dan menjadi hal yang asing bila kongkow tanpa memegang gawai.

Disini, Iyas menyarankan kepada semua pihak untuk bijak dalam menggunakan internet secara positif. Peran serta orangtua juga sangat penting untuk selalu berbincang dengan anak, dan sejenak meninggalkan gawainya. Pemerintah sendiri, kata dia, harus mencontoh Islandia yang memblokir semua konten yang berbau pornografi dan menjadikan warganya gemar untuk membaca. (ras/ri)

Comment

News Feed