by

Polsek Medan Satria Kongkow Bareng Warga Kp. Pintu Air Kelurahan Harapan Mulya Bekasi

RUANGINDONESIA.COM – Polsek Medan Satria, Kapolsek Medan Satria Kompol Kompol. I Made Suweta, SH, didampingi Kanit Binmas, Iptu. Sukarno kongkow bareng bersama warga kp. pintu air RW 003 Kelurahan Harapan Mulya, Kecamatan Medan Satria, Kota Bekasi. Kamis (25/10) malam.

Hadir juga dalam acara tersebut, Bhabinkamtibmas Kelurahan Harapan Mulya, Aiptu Samsuri, Tokoh Masyarakat, Tokoh Agama, Ketua Rt 01 sampai 09, Anggota Pokdarkamtibmas Sub Sektor Kelurahan Harapan Mulya dan Karang Taruna.

Dadi Aryadi selaku ketua RW 003 mengatakan, Semoga dengan hadirnya Kapolsek ditengah tengah kita, kita bisa mendapat pencerahan khususnya mengenai permasalahan kamtibmas dan kita sebagai masyarakat saling menjaga keamanan wilayah kita, seperti masalah penyalahgunaan bahaya narkoba yang sangat memprihatinkan.

Aiptu Samsuri Bhabinkamtibmas Kelurahan Harapan Mulya mengatakan, Pertemuan ini sebenernya kongkow kita ngobrol santai dalam rangka silahturahmi, mari kita saling mengamankan kamtibmas khususnya mengantisipasi segala permasalahan yang ada di masyarakat.

Kapolsek Medan Satria Kompol Kompol. I Made Suweta, SH, mengatakan Kegiatan yang diselenggarakan ini untuk lebih mendekatkan antara kepolisian dengan masyarakat, Agar kata dia, Masyarakat merasa lebih nyaman dan Pesan – pesan Kamtibmas (Keamanan dan Ketertiban Masyarakat) lebih mudah di sampaikan dan diterima masyarakat diantaranya tawuran antarpelajar.

Tawuran pelajar kerap kali terjadi, sekarang sudah mencapai taraf yang memprihatinkan. masyarakat maupun pemerintah, mengecap anak-anak ini sebagai pelaku kriminal, penjahat yang perlu dihukum seberat-beratnya.

Dia menilai, salah satu faktor penyebab terjadinya tawuran antarpelajar ialah ketidakmampuan orangtua dalam menjalankan kewajiban dan tanggung jawabnya dalam melindungi anak. Padahal, dalam Undang-Undang Perlindungan Anak (UUPA) Pasal 26 Ayat 1 telah ditegaskan bahwa orangtua berkewajiban dan bertanggung jawab dalam melindungi anak, baik dalam hal mengasuh, memelihara, mendidik, melindungi, maupun mengembangkan bakat anak.

“Tawuran ini kan bentuk kekerasan yang mengancam keselamatan anak. Jadi, sudah seharusnya orangtua bertanggung jawab. Selama ini, proses hukum yang terjadi hanya sebatas pada anak yang dianggap sebagai perilaku kriminal, tanpa menyentuh apa alasan mendasar di balik sikap anak-anak tersebut,” katanya.

“Maraknya Curamor, Masyarakat diimbau untuk lebih waspda dalam menjaga kendaraannya, mengingat kerapnya tindak kejahatan yang mengincar sepeda motor.” Tuturnya

Kapolsek juga menyampaikan, saat ini Polrestro Bekasi Kota sudah menyediakan pelayanan masyarakat 24 Jam khususnya untuk SKCK dan SIM, serta untuk ujian SIM sangat dipermudah dan tidak melalui calo, dan untuk hal-hal yang lain tersebut bisa di lihat di website : www.polrestrobekasikota.com.

“Dengan majunya tehnologi agar untuk Handphone dan media sosial jangan digunakan untuk hal-hal yang dapat menyebarkan berita hoax yang dapat memecah belah agar kita lebih bijak dalam membaca berita yang ada di media sosial,” tutup Kapolsek.

Acara dilanjutkan dengan tanya jawab dan ditutup dengan pembacaan doa. (hrs/ri)

Comment

News Feed