by

Fraksi Golkar Himbau Penyelenggara Pemilu Rumuskan Pencegahan Hoax Jelang Pileg 2019

-Politik-46 views

RUANGINDONESIA.COM – Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) diharapkan untuk segera menyiapkan langkah-langkah mengatasi persoalan munculnya fenomena berita hoax dan ujaran kebencian di media sosial.

Langkah ini diperlukan guna menghadapi Pemilihan Legislatif dan Pemilihan Presiden yang diadakan serentak pada April 2019 mendatang.

Wakil Ketua I DPRD Kota Bekasi, H Edi mengatakan Menyongsong Pemilu serentak 2019, penyelenggara pemilu baik KPU maupun Bawaslu agar merumuskan pencegahan persoalan ini.

Menurutnya, langkah tersebut penting disiapkan KPU maupun Bawaslu untuk menciptakan suasana politik yang kondusif pada Pileg dan Pilpres 2019.

Politisi Golkar itu juga mendorong kader yang mengikuti kontestasi politik pada pileg agar menggunakan instrumen medsos untuk untuk meraih kemenangan dalam kontestasi politik.

“Ini agar semuanya tetap mengedepankan suasana kondusipitas dan menciptakan persaingan yang sehat,” ucapnya.

Senada, Ketua Fraksi Golkar DPRD Kota Bekasi, Solecha mengatakan Ada kekhawatiran gelombang informasi hoax atau pelintran atau apapun namanya berita dengan berisi informasi yang bertendensi jahat diperkirakan akan kembali ramai dan menjadi bagian dari perang dunia maya menjelang Perhelatan Pemilihan Legislatif dan Pemilihan Presiden 2019 mendatang.

“Harus diwaspadai bersama dan mulailah kita kembali berkampanye untuk menyuarakan anti berita hoax dan menghindari menjadi bagian dari sasaran empuk informasi atau berita tak jelas dan tak waras,” tuturnya.

Jika Pilkada Serentak 2018 lalu berhasil mulus dengan berkurangnya informasi hoax karena memang secara masif warga telah diedukasi para penggiat informasi dan institusi terkait lainnya, agar senantiasa menghindari dan menyadari betapa besarnya pengaruh berita hoax terhadap stabilitas dan kondusifitas masyarakat.

“Menghentikan berita hoax cukup dengan tidak membantu menshare atau meneruskan mengirim ulang informasi bagi yang tidak jelas dan mendasar konten serta sumbernya,” tegasnya.

Dirinya menghimbau Mulailah cerdas dalam memahani informasi melalui keyakinan bahwa informasi yang benar, selalu rasional dan memiliki relevansi akurasi yang sejalan dengan landasan teori maupun fakta-fakta yang ada.”Jika merasa janggal mendapatkan informasi dari sumber yang tidak jelas lebih baik matikan sampai ditangan atau di gagdet kita jangan diteruskan kepada orang lain karena itu sama dengan menyumbang keruhnya suasana,” imbaunya. (gib/ri)

Comment

News Feed