by

Bisnis E-Commerce Melaju, JNE Diburu

Oleh : Riskha Ayu Rindiatika

Pasar industri logistik di Indonesia saat ini memang tengah naik daun. Para pelaku di industri ini seolah sedang di atas angin. Dilihat dari aspek geografis dan demografis, Indonesia adalah Negara yang menyambut baik atas tumbuh dan kembangnya industri logistik.

Seperti yang diungkap Direktur Jenderal Penyelenggaraan Pos dan Informatika (PPI) Kementerian Komunikasi dan Informatika, Ahmad Ramli di industribisnis.com yang dilansir dari Antara pada 15 Mei 2018, Indonesia memiliki 17.500 pulau, serta penduduk sebesar 262 juta jiwa dengan pengguna aktif internet 143 juta jiwa yang menjadi bagian penting dari pasar-pasar transaksi daring dan industri logistik.

Hasil survei Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) mengenai Penetrasi dan Perilaku Pengguna Internet Indonesia yang dirilis akhir Desember 2017 juga menyatakan bahwa pengguna internet di Indonesia sudah melampaui 50 persen dari total penduduk.

Disebutkan bahwa, dari 262 juta penduduk, sekitar 143,26 juta warga atau 54,68 persen telah mengakses internet. Sebanyak 32,9 persen di antaranya menggunakan akses internet untuk membeli barang. Dan 16,83 persen menggunakannya untuk menjual. Dari data tersebut dinyatakan sekitar empat juta penduduk Indonesia telah melakukan transaksi perdagangan online atau e-Commerce.

Adanya kemajuan teknologi adalah salah satu dampak kemudahan berbisnis Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM), sekali pun berada di daerah yang sulit terjangkau. Perusahaan tidak lagi perlu membangun toko karena cukup menyediakan gudang saja, teknologi dan toko daring membuat segalanya menjadi mudah sehingga masalah demografis sudah tidak lagi menjadi soal.

Melihat pertumbuhan angka ekspor yang lebih kecil daripada impor, memungkinkan   negara besar lain masuk mencari pasar di Indonesia. Sehingga, kolaborasi antarlini menjadi hal penting daripada persaingan lokal itu sendiri.

Dewasa ini bisnis  perdagangan online menjadi pemicu menjamurnya industri logistik. Tidak hanya di Indonesia tetapi pertumbuhannya di seluruh dunia terbilang ekspansional. Masyarakat tidak perlu lagi meluangkan waktu khusus untuk berbelanja ke suatu tempat, semua bisa dilakukan saat itu juga oleh siapa saja dan dimana saja.

Peningkatan jumlah transaksi perdagangan online atau e-Commerce tentunya harus diseimbangkan dengan bertumbuhnya penyedia jasa pengiriman barang. Hari ini pembeli dan penjual jaraknya tidak lagi berbatas karena dijembatani oleh banyaknya jasa pengiriman tersebut.

Jika merujuk data Bank Indonesia pada 2016, total transaksi e-Commerce mencapai Rp75 triliun dengan asumsi pertumbuhan bisnis sebesar 17 persen. Angka yang cukup fantastis untuk pencapaian pasar e-commerce di tahun 2020 yang diprediksi akan memiliki nilai US$120 miliar per tahun.

Sedangkan, data dari Kementerian Koperasi dan UKM di tahun 2017 menunjukkan tingginya devisa negara dari para pelaku UMKM.  Angkanya pun sangat tinggi, mencapai Rp88,45 miliar.

19 Juta Paket Dikirim JNE per Bulan

PT Tiki Jalur Nugraha Ekakurir (JNE), sebuah perusahaan jasa kurir ekspres dan logistik yang akan genap berusia 28 tahun di 26 November 2018 adalah salah satu perusahaan yang turut serta menyumbang perkembangan industri logistik lokal dan Nasional.

Dengan terus berkomitmen untuk membantu kemajuan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), perusahaan yang awalnya hanya fokus pada kiriman internasional dengan 8 orang karyawan, kini telah berkembang pesat. Memiliki 6.000 titik layanan, serta 7 ribu armada, JNE siap menjadi Connecting Happiness, sebuah tagline yang diusung JNE untuk membantu masyarakat menghubungkan kebahagiaan.

Melihat e-Commerce yang berkembang pesat sehingga mampu meningkatkan 25-30 persen pertumbuhan bisnis JNE, JNE bergegas melakukan langkah strategis. Selain untuk mendukung kemajuan usahanya, langkah strategis JNE tersebut juga untuk memenuhi kebutuhan e-commerce yang ada. Head of Regional Bodetabekcil JNE, Aryanti Kusfitri Asari dalam kunjungan ke sebuah media cetak di Kota Bekasi, Rabu (15/08/2018) mengungkapkan fokus JNE untuk mengembangkan infastruktur.

Pada tahun 2016 JNE telah menghadirkan aplikasi My JNE, sebuah aplikasi yang menunjang pertumbuhan e-commerce. Melalui My JNE, pelaku UMKM toko daring dan pembeli bisa secara langsung mengetahui proses pengiriman barang. Aplikasi MY JNE dilengkapi dengan beberapa fitur, di antaranya; My Tariff yang dapat digunakan untuk mengecek tarif pengiriman barang ke seluruh Indonesia. My Shipment yang digunakan untuk mengecek pengiriman sendiri maupun pengiriman orang lain dengan menggunakan nomor resi. My Location untuk melihat lokasi pengiriman JNE yang terdekat. My COD yaitu fitur untuk membuat order dari toko daring dan menggunakan JNE sebagai mediasi pembayarannya.

Rangkaian fitur dalam aplikasi My JNE tersebut adalah wujud nyata langkah JNE dalam mendukung berkembangnya bisnis e-Commerce yang turut memberdayakan pada pelaku UMKM.

JNE juga memiliki Pesona (Pesanan Oleh – Oleh Nusantara). Ini merupakan salah satu cara JNE untuk mendekatkan diri kepada pelaku UMKM, baik lokal maupun Nasional. Selain dapat membantu pemasaran produk pelaku usaha, Pesona juga bisa menjadi pilihan masyarakat yang ingin menyantap jajanan khas daerah. Ada 600 varian makanan dari berbagai daerah di Indonesia yang disediakan oleh Pesona. Para penjual makanan tersebut semuanya adalah para pelaku UMKM.

Guna mempercepat pengiriman paket, JNE juga telah bekerja sama dengan perusahaan Damon, perusahaan penyedia alat pendukung operasional logistik yang berpusat di Shanghai, China. Kerja sama dalam bentuk pembuatan gudang raksasa atau Mega Hub yang dibangun di dekat Bandara Internasional Soekarno Hatta, Cengkareng. Jika sebelum berdirinya Mega Hub JNE mampu mengirim 19 juta paket per bulan secara Nasional, maka dengan pembangunan Mega Hub tersebut JNE menargetkan mampu meningkatkan pelayanan hingga 30 persen.

Perilaku penjual turut pula membesarkan industri jasa pengiriman. Jika sebelumnya penjual individual banyak mempromosikan dagangannya lewat platform media sosial atau website pribadi yang dimiliki, kini mereka tergabung dalam marketplace besar seperti Bukalapak,  Tokopedia, Shopee, Lazada, JD.id, Zalora dan lainnya. Perpindahan ini dilakukan agar order yang tidak berkembang karena keterbatasan market di media sosial dan website mengalami pertumbuhan.

Dilansir dari VIVA, Sabtu 21 April 2018, Feriadi, Presiden Direktur PT Tiki Jalur Nugraha Ekakurir atau JNE mengatakan bahwa data profil yang berhasil dihimpun PT JNE, dari 100 persen pengguna jasa JNE, hanya 20 persennya dari pemain besar.

Pelanggan terbanyak JNE adalah  retail customer atau pedagang eceran. Bukan marketplace semacam BukaLapak, TokoPedia, Lazada, Elevenia, dan perusahaan sejenis. Jumlah retail customer JNE mencapai 80 persen. Artinya pedagang eceran memberikan kontribusi lebih besar dalam bisnis pengiriman barang. Sedangkan e-Commerce besar hanya memainkan peran sebanyak 20 persen.

Meski begitu, saat ini JNE juga melakukan kerjasama bersama Lazada dengan menawarkan fasilitas pengiriman barang secara cashless bagi para seller toko daring. Melalui kerjasama tersebut penjual bisa mengirimkan paket kepada konsumen tanpa harus membayar transaksi tunai ke gerai terlebih dahulu.

Diungkapkan oleh Yoshi Sapto, Branch Manager JNE Bekasi saat berkunjung ke sebuah media cetak di Kota Bekasi, di Kota dan Kabupaten Bekasi sendiri JNE telah memiliki 299 titik pelayanan. Dengan jumlah pengiriman mencapai 2 juta paket per bulan, Bekasi dianggap sebagai daerah yang memiliki peluang bisnis kemitraan yang cukup besar. Terus melebarkan sayapnya, JNE Bekasi tengah fokus melakukan pengembangan bisnis kemitraan dalam bentuk keagenan di Kabupaten Bekasi.

Dalam program JNE Loyalty Card (JLC), yaitu sebuah program yang ditujukan kepada pelanggan setia JNE, Bekasi menyumbang 3.600 member yang keseluruhannya aktif dalam transaksi pengiriman paket. Hal ini turut membuktikan bahwa keberadaan JNE Bekasi telah mengambil peran dalam meningkatkan perekonomian daerah. Yoshi Sapto menyebut, JNE Bekasi telah menyumbang 10 persen jumlah pengiriman barang secara Nasional.

 

 

 

Comment

News Feed