by

BPSK Menangkan Gugatan Konsumen, Pihak Apartemen City Land Wajib Ganti Rugi

RUANGINDONESIA.COM – Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen (BPSK) Kota Bekasi memenangkan gugatan salah seorang warga Perumahan Puri Gading, Jatimelati, Pondokmelati, Kota Bekasi, Abner Simamora selaku penggugat (Konsumen) terhadap pihak Apartemen The Cityland (Tergugat) pada sidang pembacaan putusan yang berlangsung di Kantor BPSK, Jalan Ahmad Yani, Bekasi Selatan, Kamis (20/9).

Dengan hasil putusan tersebut, Pihak Apartemen City Land harus membayar uang ganti rugi sebesar Rp571 juta. Rinciannya Rp346 juta yang telah dibayarkan ke pihak pengembang, Rp200 juta kerugiaan materiil yang mengacu pada bunga bank dan investasi serta uang sewa rumah karena unit belum jadi sebesar Rp25 juta.

“Hasil putusan sudah kita bacakan. dan pihak tergugat wajib memenuhi tuntutan konsumen (Penggugat),” Kata Ketua Majelis BPSK Kota Bekasi, Ferry Lumban Gaol.

Pada sidang pembacaan putusan tersebut, pihak tergugat tidak menghadiri sidang. Maka, dengan itu hasil putusan akan dikirimkan ke pihak Aprtemen City Land selaku tergugat.”Kita akan kirimkan hasil putusan sidang ke pihak mereka,” ujarnya.

Dalam hasil putusan, pihak apartemen City Land diberikan waktu 14 hari kedepan untuk mengganti rugi uang konsumen sesuai tuntutan. Jika, tidak ada niat baik dari tergugat, Maka pihak konsumen dapat menempuh jalur pengadilan lain.

“Diberi waktu 14 hari untuk menyelesaikan semua ganti rugi uang konsumen. jika tidak ada itikad baik, maka bisa ditempuh jalur hukum atau pengadilan lain. keputusan BPSK sudah final memenangkan konsumen dan hasil ini bisa jadi bahan kekuatan hukum,” tegasnya.

Konsumen, Abner Simamora mengatakan menunggu itikad baik dari pihak Apartemen City Land sesuai hasil keputusan untuk mengganti rugi uangnya dalam waktu 14 hari. Jika, tidak ada itikad baik. Maka, dirinya
menegaskan akan membawa kasus ini dipengadilan untuk mempidanakan pihak Aprtemen City Land.

“Saya sudah laporkan kepihak kepolisian Polres Metro Bekasi Kota. jika pihak apartemen tidak ada itikad baik untuk mengganti rugi dan mematuhi hasil keputusan sidang BPSK. maka, saya akan laporkan ke Polda Metro Jaya dan Bareskrim. saya akan pidanakan,” tegasnya.

Abner mengaku merasa dirugikan karena telah mengeluarkan uang Rp346 juta untuk pembelian apartemen seharga Rp 530 juta pada 2015 lalu. Namun sampai batas penyerahan kunci pada Desember 2017, unit apartemen yang dijanjikan tidak kunjung dibangun.

Pembelian unit apartemen tipe 1 KT ini dibayar secara tunai bertahap dengan tanda jadi Rp10 juta, uang muka Rp106 juta dan angsuran 20 kali sebesar Rp11.500.000 setiap bulan.

“Pengembang padahal sudah berjanji dengan saya melalui surat pernyataan bahwa serah terima kunci akan dilaksanakan pada akhir 2017. Namun sampai sekarang, tidak ada progres pembangunan di lokasi proyek,” kata Abner.

Dengan adanya wanprestasi dan kekecawaan yang telah Abner tanggung ini, maka pihaknya menuntut uang ganti rugi sebesar Rp571 juta. Rinciannya Rp346 juta yang telah dibayarkan ke pihak pengembang, Rp200 juta kerugiaan materiil yang mengacu pada bunga bank dan investasi serta uang sewa rumah karena unit belum jadi sebesar Rp25 juta. (gib/ri)

Comment

News Feed