by

Lahan Tani Sisa 475 Ha, Distanikan Imbau Galakkan Urban Farming

RUANGINDONESIA.COM – Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan (Distanikan) Kota Bekasi, Momon Sulaiman, menjelaskan luas lahan pertanian di Kota Bekasi, saat ini tinggal 475 hektar. Jumlah itu terus berkurang seiring dengan tingginya tingkat urbanisasi di Kota Bekasi.

“Distanikan Kota Bekasi ini kan lembaga baru di Pemerintahan Kota Bekasi yang dibentuk sesuai undang-undang pemerintahan daerah nomor 32 tahun 2014 bahwa pemerintah harus membentuk dinas perikanan dan pertanian, mau di kota maupun kabupaten harus dibentuk mengenai masalah dan hasilnya bagaimana,” kata Momon Sulaiman, usai memimpin Apel Aparatur Pemkot Bekasi, Kamis (13/09/2018).

Selama dipercaya memimpin Organisasi Perangkat Daerah (OPD) tersebut, kata Sulaiman, sejumlah program kerja telah dilakukan dan tersalurkan dengan baik.

“Evaluasi kami dalam setahun ini adalah pembentukan kelompok tani di masing-masing kecamatan, memberi bantuan peralatan pertanian dan menghitung lahan pertanian yang tersisa,” terang dia.

“Keberhasilan yang sudah kita lakukan kan baru setahun 2017 ini, ya kita bersyukur pertama petani sudah terakomodir dengan bagus sudah memiliki kartu anggota tani, kemudian orang yang di perikanan sudah terdata dengan baik, tinggal bagaimana mendorong mereka, kemudian impor ekspor mengenai masalah daging masuk ke luar kota sudah kita cek balancing dengan yang pengirim,” jelasnya.

Di samping itu, dirinya juga menaruh harapan pada kepemimpinan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bekasi mendatang, Rahmat Effendi dan Tri Adhianto. Yaitu dengan mengembangkan konsep Urban Farming di tengah masyarakat.

“Walaupun di kota, tetapi pertanian ini harus dapat berkembang dengan menerapkan konsep urban farming. Jadi urban farming itu memaksimalkan lahan yang ada, karangan, halaman dan sebagainya. Sumber-sumber yang ada dimaksimalkan dalam pertanian, pertanian kalau sudah tidak ada masalah swasembada pangan tidak ada orang kekurangan gizi itu dampaknya. Kalau umpamanya ada kekurangan dan bergejolak di situlah yang jadi permasalahan,” tutupnya. (bon/ri)

Comment

News Feed