by

Jika Terbukti Bersalah, Ketua NasDem Gagal Nyaleg

RUANGINDONESIA.COM – Ketua DPD Partai NasDem Kota Bekasi, Asep Saputra yang dilaporkan ke Polsek Bekasi Timur oleh seorang warga karena diduga melakukan tindak pidana pengrusakan dan pencemaran nama baik, bisa mempengaruhi proses pencalegannya.

Ketua KPU Kota Bekasi, Ucu Asmara Sandi mengatakan jika masih tahap laporan tidak akan ada pencoretan DCS. Jika setelah ada keputusan pidana dan terbukti bersalah, maka pencalegannya akan bisa digagalkan meski sudah tercantum dalam DCT.

“Kalau masih tahap laporan, pemeriksaan tidak akan berpengaruh kepada pencalegannya. Jika sudah pidana bisa dibatalkan karena tersangkut masalah hukum,” katanya.

“Kita tunggu hasil keputusan dari proses hukumnya saja. Jika memang terbukti, sesuai ketentuan UU No 10/2008 tentang Pemilu, bila ada caleg yang terlibat atau terindikasi sengketa hukum, proses pencalegannya dapat dibatalkan,” sambungnya.

Sampai saat ini, pihaknya masih memegang prinsip praduga tak bersalah pada semua caleg yang terlibat kasus di kepolisian. Lain lagi masalahnya jika partai yang bersangkutan memilih opsi menarik yang bersangkutan dari Daftar Caleg Tetap (DCT).

“Jika partai yang meminta ditarik, ya kita copot dari DCT,” tambahnya.

Dikonfirmasi terpisah, Sekretaris DPD NasDem Kota Bekasi, Aji Ali Sahbana menyatakan, pelaporan terhadap asep tidak akan mempengaruhi proses pencalonannya di Provinsi Jawa Barat Dapil Kota Bekasi – Depok. Sama halnya dengan KPU, pihaknya baru akan mengambil kebijakan jika sudah ada keputusan hukum tetap.

“Semua kondusif, kan baru laporan. Saya sendiri baru tahu kabar itu kemarin. Jadi saat ini kita belum bisa bicara lebih banyak soal ini,” ujarnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Ketua DPD Partai NasDem Kota Bekasi, Asep Saputra dilaporkan ke Polsek Bekasi Timur oleh seorang warga karena diduga melakukan tindak pidana pengrusakan dan pencemaran nama baik. Polisi setempat kini masih menyelidiki kasus tersebut.

Peristiwa itu terjadi pada Jumat (17/08/2019) lalu di kawasan Perumahan Kemang Pratama, Kecamatan Rawalumbu. Awalnya, korban berinisial A melintas di lokasi kejadian menggunakan sebuah mobil minibus bersama dengan anak dan pengasuhnya.

Dari arah berlawanan datang pelaku dengan menggunakan mobil Toyota Fortuner bermaksud mendahului mobil korban. Keduanya lalu sama-sama berhenti. Perselisihan pun terjadi sampai ada adu mulut. Peristiwa itu mengundang perhatian warga dan petugas keamanan.

Setelah ditenangkan, keduanya sama-sama kembali masuk ke dalam mobil. Rupanya, pelaku diduga sengaja memundurkan kendaraannya sehingga menabrak bagian depan mobil korban. Tak berhenti di situ, pelaku juga mendadak mengerem sehingga korban menabrak.

Karena itu, korban berhenti dan memilih keluar. Demikian juga dengan pelaku yang juga keluar. Adu mulut kembali terjadi hingga akhirnya dipisahkan oleh warga setempat. Korban menceritakan ini di media sosial hingga viral. (gib/ri)

Comment

News Feed