by

Potensi Defisit Anggaran, Kepala Inspektorat Minta Penagihan PAD Dikebut

RUANGINDONESIA.COM- Kepala Inspektorat Kota Bekasi, Widodo Injonarko meminta Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi untuk mengebut penagihan Pendapatan Asli Daerah (PAD) baik dari perorangan ataupun instansi.

Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) selaku Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang bertanggung jawab akan hal tersebut harus memiliki inisiatif agar target PAD Kota Bekasi tahun ini dapat ditagih 100 persen.

“Sampai saat ini masih banyak objek yang memiliki potensi untuk menyumbangkan PAD ke kantong kas Pemkot Bekasi, itu harus dicari,” kata Widodo, saat memimpin apel pagi aparatur Pemkot Bekasi di Plaza Pemkot Bekasi, Jalan Ahmad Yani, Bekasi Selatan, Kota Bekasi, Senin (10/09/2018).

Selain itu, lanjut Widodo, selain Bapenda, seluruh OPD yang ada di lingkungan Pemerintah Kota Bekasi juga diimbau agar memiliki inisiatif dalam menggunakan anggaran. “Para pimpinan OPD juga memiliki peranan penting dalam hal ini,” ungkap dia.

“Di antaranya adalah objek pajak perorangan maupun instansi, (pajak) itu yang harus kita cari, agar target PAD kita bisa tercapai,” katanya lagi.

Oleh sebab itu, lanjut Widodo Bapenda harus bersinergi dengan semua OPD di Pemkot Bekasi agar target PAD Kota Bekasi dapat tercapai. “Kecamatan dan Kelurahan kan memiliki peranan penting untuk mencapai (target PAD) ini,” terangnya.

Seperti yang sudah diberitakan sebelumnya bahwa asumsi defisit keuangan Pemkot Bekasi menjadi buah bibir pemberitaan media di Kota Bekasi. Sejumlah pejabat di Pemkot Bekasi telah meminta Bapenda agar mengejar target PAD Kota Bekasi yang ditargetkan sebesar Rp5,4 triliun, sedangkan yang telah tertagih mencapai 67,23 persen. (bon/ri)

Comment

News Feed