by

Muscab Hipmi Ke-3 Bekasi Raya, Yogi Muntako atau Muhammad Azmi Robbani?

-Bisnis-84 views

RUANGINDONESIA.COM – Jelang Muscab Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Ke-3 Bekasi Raya, Senin (10/09/2018) besok di Meeting Room Mega Bekasi XXI, dua calon bertarung. Meski pemilihan melalui sistem voting, ruangindonesia.com akan mengajak Anda untuk mengenal sosok calon pemimpin yang akan membawa Hipmi 3 tahun yang akan datang.

Yogi Kurniawan Muntako

Lahir dari keluarga pengusaha Harty (58) dan Muntako (alm) tak serta merta membuat karir bisnis Yogi mulus. Ia mesti jatuh bangun membangun usahanya di bidang advertising tahun 2012.

“Awalnya saya kerja sama ibu saya, kerja di perusahaan advertising ibu. Sampai akhirnya dimana ada kesempatan untuk saya berdiri sendiri tanpa ibu. Saat itu dapet project di KFC. Waktu saya belum dirikan perusahaan, pinjam modal orangtua tapi gak dikasih, pinjam saudara juga gak dapet, akhirnya saya dikenalin investor sama tante saya, dari situ saya berhasil mendirikan PT Kurnia Media Promosindo yang sampai hari ini masih produktif,” jelas Yogi membuka cerita masa lalunya di bisnis kepada ruangindonesia.com di Kafe Bale Bambu, Margahayu, Bekasi Timur, Jumat (07/09/2018) lalu.

Tak berhenti sampai di PT Kurnia Media Promosindo saja, di tahun 2014 Yogi mendirikan perusahaan baru, CV Aldiva Sinergy. Perusahaan yang bergerak di bidang suplayer pengadaan barang dibentuk untuk menyuplai barang ke Pemerintahan Kota Bekasi.

“Perusahaan kedua saya dirikan karena ada peluang untuk menyuplai barang ke Pemkot Bekasi. Nilai projectnya sendiri lebih besar dari project saya yang pertama,” tambah Bapak satu orang anak ini.

Di tahun 2015, Yogi melebarkan sayap bisnisnya. Bersama teman-temannya di Hipmi Bekasi Raya, Yogi mendirikan PT Evic Mora Sugih. Perusahaan yang ia dirikan di tahun 2015 itu bergerak di bidang barang dan jasa.

“PT Evic Mora Sugih bentuk keseriusan Hipmi Bekasi Raya untuk menjaring pengusaha muda. Project pertama kami dari Pemkot Bekasi,” terang Bapak dari Arsyilla Putri Kurniasari (0,7).

Berbekal barisan pengalaman usahanya yang sudah mumpuni, Yogi yakin di tangannya Hipmi Bekasi Raya akan jauh berkembang. Masuk menjadi anggota Hipmi di tahun 2012, Yogi telah turut membangun Hipmi 6 tahun terakhir.

“Bekal saya jelas dari komunikasi internal dan eksternal yang telah saya bangun dengan rekan-rekan di Hipmi dan di luar Hipmi sendiri untuk menjalin kerjasama seperti pemerintah daerah dan antarorganisasi,” terang suami dari Elisa Mulyasari (32).

Yogi, lulusan Sarjana London School Tahun 2018 ini memiliki misi untuk membuat Hipmi menjadi organisasi yang bersahabat di semua kalangan. Tidak terkesan ekslusif dan membuat pengusaha di luar takut bergabung ke dalam Hipmi.

Yogi sendiri saat ini telah menjadi pengurus di beberapa organisasi, di antaranya Keluarga Besar Forum Komunikasi Putera Puteri Punawirawan TNI Polri Kota Bekasi sebagai wakil ketua 2012, Hipmi Sekretaris tahun 2015, Kadin Kota Bekasi, ICMI Kota Bekasi, Ormas FBR sebagai pengurus 2017, Ketua AMPG tahun 2018 dan Ikatan alumni SMAN 2 Kota Bekasi sebagai pengurus aktif.

Muhammad Azmi Robbani

Pemuda 32 tahun putera dari petinggi Partai Keadilan Sosial (PKS) yang tak lain adalah Bendahara Umum PKS, Mahfudz Abdurrahman ini, sudah memulai bisnisnya sejak tahun 2012.

Lahir dari orang yang berpengaruh di kancah perpolitikan Indonesia, tidak membuat Azmi berleha-leha. Karir bisnisnya sudah direncanakan sejak ia duduk di bangku kuliah jurusan Manajemen Universitas Persada Indonesia Yayasan Administrasi Indonesia (UPI YAI) Jakarta.

Azmi memulai karirnya dengan bekerja di PT Borneo Sakti, yaitu perusahaan yang bergerak di bidang kontraktor selama 4 tahun sebagai manajer keuangan.

Lalu, di tahun 2008 Azmi menjabat sebagai supervisi keuangan di PT Tata Udara Nusantara. Tahun 2012-2014 di PT Mitra Arta Gumilang ia menjabat sebagai Manager Marketing merangkap Komisaris.

“Bekerja di perusahaan orang lain membuat saya belajar banyak. Menerapkan ilmu yang saya dapat dari bangku kuliah. Sebelum akhirnya saya berani mendirikan perusahaan sendiri,” terang suami dari Meity Handayani (34) saat ditemui di kantornya, Kamis (06/09/2018) di wilayah Bambu Apus, Jakarta Timur.

Tahun 2014, Azmi mendirikan perusahaan sendiri, PT Tata Optima Prestisa. Di perusahaan yang ia dirikan tersebut Azmi menjabat sebagai Komisaris. Dan, di tahun 2018, Azmi mendirikan PT Berkah Esa Sejahtera dan menjabat sebagai Direktur Utama.

“Alhamdulillah pernah dapat proyek besar dengan resiko yang besar pula tentunya. Dari situ saya dan tim belajar banyak. Setiap proyek yang kita dapatkan itu merupakan proses pembelajaran. Karena dunia usaha itu dinamis ya, jadi mesti lentur menyesuaikan diri dan mengikuti perkembangan,” tambah Azmi.

Pencalonan Azmi di Muscab Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) bukanlah tanpa sebab. Azmi ingin turut serta membesarkan Hipmi dengan aktif terlibat langsung di dalamnya.

“Awalnya didukung teman, akhirnya saya merasa mampu untuk mencalonkan diri di Muscab Hipmi. Saya ingin mengembangkan diri dan tentunya berkontribusi banyak untuk Hipmi,” jelas Ayah dari tiga anak ini, Rafa Fayyadh Imtiyaz (7), Queen Khadijah Attahirah (4), Muhammad Rifat abizar (2).

Bagi Azmi, Hipmi adalah organisasi yang menjadi tempat pengembangan diri, dari sanalah akan ada hasil yang didapat.

“Hipmi sudah otomatis akan menumbuhkan pengusaha baru. Di sana kita akan banyak bertukar pikiran dan membuat program baru. Saya optimis, Hipmi ke depan akan semakin maju,” jelasnya.

Program unggulan yang diusung Azmi pun tak jauh berbeda dengan Yogi Muntako, rivalnya. Azmi akan fokus mengembangkan Himpi Perguruan Tinggi untuk melahirkan pengusaha muda baru.

“Tentu Hipmi PT nantinya akan sering dibuat workshop untuk melatih jiwa usaha mereka dan mendampingi pengusaha muda ketika ingin membuka usaha baru,” jelas Azmi yang masuk menjadi anggota Hipmi tahun 2015 lalu.

Ditanya keunggulannya untuk bisa memimpin Hipmi dibanding Yogi Muntako, Azmi mengaku dirinya memiliki jaringan luas yang akan sangat menunjang untuk membesarkan Hipmi.

“Memiliki jaringan yang luas, dan bersinergi dengan semua stakeholder adalah senjata untuk memimpin dan membekan Hipmi,” terangnya.

Jika sebelumnya Hipmi belum terlalu banyak menggandeng pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) Azmi ingin menggandeng banyak pelaku UMKM untuk bergabung di Hipmi.

“Dengan menggandeng UMKM yang ada, maka akan lebih banyak lagi potensi yang dapat dibesarkan di Kota dan Kabupaten Bekasi. Prinsipnya saya ingin Hipmi ini menjadi wadah bagi banyak pelaku usaha, sehingga perekonomian daerah turut maju,” tutupnya.

Dua calon Ketua Hipmi di atas adalah sosok yang mumpuni untuk memegang kendali di Hipmi Bekasi Raya. Di tangan salah satu di antaranya lah Hipmi Bekasi Raya akan semakin maju dan mencapai tujuannya untuk membangun Bekasi Raya maju dari segi perekonomian. (cha/ri)

Comment

News Feed