by

Gus Shol, dari Tukang Asongan Sampai jadi Anggota Dewan

-Politik-162 views

RUANGINDONESIA.COM  – Siapa tak kenal Sholihin, lelaki yang kini akrab disapa Gus Shol, pria ramah asal Sampang Madura ini begitu dekat dengan awak media. Karir politiknya yang melejit bukanlah tanpa perjuangan. Nekat meninggalkan Sampang di usia 17 tahun, Gus Shol yang saat itu baru lulus SMA tahun 1996 menyewa rumah petakan  di belakang Pasar Baru, Bekasi Timur untuk berteduh.

”Saat itu harga petakan masih sekitar seratus ribuan per bulannya, satu kamar dan wc di luar,” kata Gus Shol mengawali cerita hidupnya kepada ruangindonesia.com, Sabtu (08/09/2018).

Gus Shol muda kala itu dengan gesit mencari peluang, ia mengirim lamaran kerja ke mana saja. Sambil menunggu lamarannya membuahkan hasil, ia berjualan asongan di Terminal Bekasi.

“Biar bisa hidup saya jualan asongan,” terang lelaki lulusan Universitas Islam 45 Bekasi ini.

Kesabaran Gus Shol membuahkan hasil, ia dipanggil perusahaan di Kawasan Cibitung. Dari sanalah nafas Gus Shol bersambung selama setahun. Tak puas menjadi karyawan di perusahaan swasta, Gus Shol mencoba peruntungan di bisnis. Ilmu bisnisnya tak didapat begitu saja, ia bekerja di perusahaan orang lain yang bergerak di supplier besi tua di Jakarta. Hingga di tahun 2004 Gus Shol memutuskan untuk berbisnis sendiri.

”Dari pengalaman saya belajar berbisnis, lalu saya geluti, tidak mudah memang, Tapi harus terus berusaha, namanya perjuangan dalam kehidupan, mau berhasil ya harus berusaha semaksimal mungkin,” ungkapnya.

Sukses menjadi pengusaha, Gus Shol melirik dunia politik. Tidak hanya sebagai pembuktian diri, Politik baginya adalah kerja sosial untuk memperjuangkan hak orang banyak. Tahun 2010, Gus Shol ‘nyemplung’ di Partai Persatuan dan Pembangunan (PPP) sebagai kader dan simpatisan sebelum akhirnya dipercaya menjadi Ketua Ranting Kelurahan Sepanjangjaya.

”Tidak lama, tahun 2012 saya ditugaskan oleh partai untuk menjadi Wakil Ketua DPC PPP Kota Bekasi, dan sekarang dipercaya oleh partai menjadi Ketua DPC PPP,” ujar suami dari Lailatul Mutmainah ini.

Dipercaya menjadi Ketua DPC, siapa sangka kepercayaan diri Gus Shol untuk duduk di kursi Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bekasi melenggang mulus. Tahun 2014, sebagai pendatang baru di dunia politik ia berhasil memperoleh suara terbanyak yaitu 9 ribu suara lebih di Dapil dua.

”Alhamdulillah, masyarakat mempercayakan saya menjadi wakil rakyat Kota Bekasi, saya akan selalu menjaga amanah mereka dan memberikan yang terbaik,” ujarnya.

Awal karirnya sebagai legislator di Kota Bekasi, Gus Shol menjabat sebagai Sekretaris Komisi A DPRD Kota Bekasi, dirinya pun dikenal sebagai dewan yang paling kritis terhadap kebijakan Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi.

”Saya bertugas menjadi wakil rakyat, jadi segala kebijakan yang tidak prorakyat harus saya tentang, saya harus menjadi seorang legislator yang baik dan menjaga amanah rakyat yang diberikan kepada saya,” ungkapnya.

Beberapa pemberitaan yang menjadi kabar Nasional pun sering memunculkan nama Gus Shol, salah satunya konflik DPRD Kota Bekasi dengan Gubernur DKI Jakarta, Ahok mengenai persoalan sampah.

Statement yang dilontarkan Gus Shol di berbagai media pun sering menjadi sorotan bebagai pihak. Gus Shol juga menjadi Anggota DPRD yang rajin hadir di kantor dan aktif turun ke warga.

”Saya digaji oleh rakyat, dan saya harus menjadi abdi mereka, segala aspirasi mereka harus saya perjuangkan,” tandas bapak dari tiga orang anak ini Kamelia saputri, Abdus salam dan Riadhussholihin. (cae/ri)

Comment

News Feed