by

Kali Bekasi Tercemar jadi Isu Nasional, Dinas LH Kota Bekasi Ambil Langkah Tegas!

RUANGINDONESIA.COM –  Dinas Lingkungan Hidup Kota Bekasi berterima kasih kepada semua pihak karena pemberitaan pencemaran Sungai Cileungsi viral di media sosial dan dimuat banyak media massa cetak dan elektronik.

Hal itu pula yang menyebabkan pemerintah pusat mulai mencermati kondisi Sungai Cileungsi yang diduga tercemar limbah industri. Pencemaran ditandai  kerapnya muncul buih putih di permukaan sungai disertai air sungai yang kerap menghitam disertai bau menyengat.

Kepala Bidang Penataan dan Peningkatan Kapasitas Lingkungan Hidup Dinas Lingkungan Hidup Kota Bekasi, Sugiono mengatakan Dinas Lingkungan Hidup akan memastikan titik-titik lokasi pencemaran di sepanjang Sungai Cileungsi.

“Karena hanya dengan begitu kami bisa mengambil langkah tegas  yang akan diambil  DLH Bekasi bila pencemaran  terjadi di wilayah  Bekasi,” kata Sugiono, Jumat (07/09/2018).

Sebagaimana diketahui, Sungai Cileungsi yang berhulu di kawasan Bogor berubah nama menjadi Kali Bekasi saat air sungai memasuki kawasan   perbatasan Bogor dan Bekasi.

Sejauh ini, pihaknya memastikan bahwa Pemkot Bekasi sudah memberikan sanksi administrasi  kepada sejumlah pabrik pencemar sungai Cileungsi.

Salah satu bentuk sanksi administrasi berupa penyegelan. “Namun penyegelan  bukan berarti operasional pabrik berhenti. Penyegelan dilakukan oleh DLH  hanya pada titik atau saluran  pembuangan limbah. Bila perusahaan tetap  membandel, maka Surat Peringatan (SP) kedua kami terbitkan.  Bila ini tidak diindahkan juga, maka rekomendasi penutupan pabrik kami buat,” tandas Sugiono.

Selain itu, menurut Sugiono, kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) juga sudah melakukan penghitungan terhadap kemampuan tampung, beban dan proyeksi ke depan sebuah sungai. Namun, untuk normalisasi dan dinding turap, Sugiono mengatakan tengah dipelajari oleh BBWS.

“Tiap tahun ada normalisasi, tapi spot-spot tertentu, sehingga ketika hujan, apa yang sudah dikerjakan itu akan kembali ke awal lagi”, ungkapnya lagi.

Berbicara tentang Kali Bekasi saat ini,  lanjut Sugiono, bukan sebatas pencemaran saja, karena persoalan ini terjadi di sungai yang berada di Cileungsi dan Cikeas yang hulunya berada di kawasan Bogor, Jawa Barat. Fenomena lain dari sungai Cileungsi dan Cikeas adalah tingginya sedimentasi, dinding sungai yang tergerus, pendangkalan dan beberapa lainnya.

“Dengan tingginya  sedimentasi, saat memasuki masa  transisi dari kemarau ke penghujan, fenomena banjir  plus pencemaran sungai akan terjadi. Maka Kali Cileungsi harus dikuras, pendangkalan dan tebing yang terkikis harus menjadi perhatian juga,” katanya lagi.

Sugiono menandaskan bahwa isu sedimentasi, pendangkalan hingga normalisasi dan terkikisnya turap sungai Cileungsi menjadi isu seksi yang harus juga  diangkat ke level Nasional karena kewenangan penanganan infrastruktur sungai berada di tingkat pusat.(bon/ri)

Comment

News Feed