by

Idrus Marham Tersangka, Perindo Kota Bekasi Pastikan Kadernya ‘Bersih’

-Politik-24 views

RUANGINDONESIA.COM – Jagad politik Indonesia kembali dibuat gempar setelah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Idrus Marham sebagai tersangka kasus kesepakatan kontrak kerja sama pembangunan PLTU Riau-1 di Provinsi Riau.

Tertangkapnya politisi Partai Golkar yang menjabat menteri sosial tersebut membuktikan bahwa partai yang selalu menyuarakan antikorupsi tersebut nyatanya masih belum ‘bersih’.

Jelang Pilpres dan Pileg, KPK makin gencar membersihkan penggerak sistem pemerintahan dari tindakan korupsi. Menanggapi hal itu, Gunawan Muhammad, Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Kota Bekasi Partai Perindo mengambil langkah strategis untuk memastikan Perindo tetap bersih dari Korupsi.

“Pada setiap pertemuan dengan kader Perindo saya selalu menegaskan bahwa harus siap amanah kalau jadi wakil rakyat,” jelasnya, Jumat (07/09/2018) siang.

Gunawan memastikan bahwa tidak ada mahar dalam pencalegan di Perindo. Menurutnya mahar itulah yang nantinya akan membuat caleg yang jadi wakil rakyat menghalalkan segala cara untuk bisa mengembalikan uang mahar yang telah dikeluarkan.

“Tidak ada mahar di Perindo, caleg yang diberatkan dengan mahar besar kemungkinan akan melakukan apapun untuk bisa mengembalikan mahar yang dikeluarkan. Saya juga mewanti-wanti untuk caleg menghindari dana kampanye dari pengusaha, karena ujungnya akan meminta proyek-proyek dari anggota dewan dengan cara korupsi itu tadi,” terang Politisi yang juga pengusaha sukses ini.

Pertemuan yang intens dihelat bersama para kader Perindi diyakini Gunawan dapat mempererat hubungan baik, sehingga kemungkinan untuk terjadi perselisihan di tubuh partai menjadi kecil. Ruang diskusi yang dibuka, dimanfaat Gunawan untuk menanamkan niat bagi di diri caleg untuk memperjuangkan hak masyarakat, bukan untuk memperkaya diri sendiri atau golongan.

“Caleg Perindo harus amanah, berjuang untuk masyarakat. Bersama-sama wujudkan Perindo yang bersih dari korupsi, marwah ini harus tetap dijaga,” tutupnya optimis.

Seperti diketahui Idrus Marham mengundurkan diri dari posisi menteri sosial. Idrus membenarkan bahwa pengunduran dirinya ini terkait statusnya sebagai tersangka di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Dalam kasus ini, KPK menetapkan Wakil Ketua Komisi VII DPR, Eni Maulani Saragih sebagai tersangka kasus suap. Eni ditangkap saat berada di rumah Idrus Marham.

Politisi Golkar itu diduga menerima suap sebesar Rp500 juta yang merupakan bagian dari fee 2,5 persen dari nilai proyek kontrak kerja sama pembangunan PLTU Riau-1. Fee tersebut diberikan oleh Johannes Budisutrisno Kotjo, pemegang saham Blackgold Natural Resources Limited. Diduga, suap diberikan agar proses penandatanganan kerja sama terkait pembangunan PLTU Riau-1 berjalan mulus.(cae/ri)

Comment

News Feed