by

Nilai TPA Jelek di Adipura, Pemkab Bekasi Gandeng APPI Kelola Sampah

RUANGINDONESIA.COM- Melihat permasalahan sampah yang tidak juga selesai di masyarakat Pemerintah Kabupaten Bekasi melalui Dinas Lingkungan Hidup yaitu UPTD Pengolahan Sampah Akhir (PSA) Burangkeng menggandeng pihak ketiga Asosiasi Pelapak dan Pemulung Indonesia (APPI).

Kerjasama yang berlaku lima tahun ke depan itu ditandatangani oleh Ketua APPI, Bagong Suyoto, Kepala UPTD PSA Burangkeng, Maulana dan disaksikan oleh Kepala Dinas Lingkungan Hidup Pemkab Bekasi, Jaoharul Alam, Kepala Bidang Kebersihan dan Pengendalian Persampahan, Dody Agus Suprianto di Ruang Kantor Dinas Lingkungan Hidup Pemda Kabupaten Bekasi, Rabu (05/09/2018).

“Ini adalah bentuk kerjasama kemitraan yang sangat kami butuhkan di pemerintahan Kabupaten Bekasi. Selain memberdayakan masyarakat untuk turut terlibat mengelola Bank Sampah, menurunkan jumlah sampah yang ada di TPA, saya juga mengharapkan ini bisa menjadi penambah nilai Adipura nanti,” jelas Jaoharul dalam sambutannya.

Bagong Suyoto, Ketua APPI mengatakan bahwa, dengan melibatkan 120 Bank Sampah yang ada di setiap 23 Kecamatan, Pengelolaan dan Pengolahan Sampah Berbasis 3R ini akan perlahan menyadarkan masyarakat akan pentingnya memilah sampah menjadi barang layak guna. Sampah akan dipilah dari hulunya dan diolah di Bank Sampah Burangkeng.

“Sampah di 120 Bank Sampah di tingkat kecamatan akan dibeli oleh Koperasi, nantinya APPI akan membeli lagi sampah yang sudah dipilah di Koperasi untuk dipilah kembali sesuai jenisnya dan memiliki fokus sendiri, di antaranya; fokus besi tua, fokus jenis PETE, fokus jenis kantong kresek (HD), Fokus jenis LDPE, dan LD Bening,” jelasnya.

Program yang lahir dari gagasan APPI ini, adalah sebagai wujud pelaksanaan Undang-Undang No 18 Tahun 2008 tentang Pengolahan Sampah. Yang isinya adalah pengolahan sampah guna menjaga kesehatan, melindungi lingkungan, dan mengembalikan sampah menjadi Sumber Daya.

Beni Tunggul sebagai Pembina APPI mengatakan bahwa langkah ini sebagai pembuktian kepada pemerintah bahwa sampah akan menjadi momok yang mengerikan jika tidak lekas ditangani. Jika Pengelolaan dan Pengolahan Sampah Berbasis 3R ini berhasil diharapkan akan menjadi pilot project bagi daerah lain dalam menangani sampah.

“Volume sampah yang masuk ke TPA Burangkeng sekitar 500 ton per hari, sedangkan potensi pemanfaatan sampah anorganiknya 70 persen. Kalau pemerintah mau memfasilitasi dengan membeli alat Waste To Material maka itu bisa menghasilkan profit yang sangat besar. Karena produk akhirnya sangat bernilai ekonomis. Dengan bermodalkan Rp3 miliar, pemerintah sudah bisa mengolah 1000 ton sampah per hari,” ujarnya.

Beni melihat bahwa jebloknya nilai TPA di penilaian Adipura Kabupaten Bekasi harus menjadi pembelajaran bagi pemerintah agar segera melakukan langkah massif dalam menangani sampah. Ia percaya, bahwa kerjasama kemitraan yang dibangun Dinas LH dengan APPI akan menjadi langkah awal yang prospektif ke depan bagi penanganan sampah di Kabupaten Bekasi. (cae/ri)

Comment

News Feed