by

Seminggu Ambruk, Warga Tambelang Kesulitan Dapat Air Bersih. PJT II Didesak Cepat Perbaiki Jembatan SS Bulak Mangga

-Headline-126 views

RUANGINDONESIA.COM – Ambruknya jembatan saluran irigasi SS Bulak Mangga yang berada di Desa Kalijaya, Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi pada Kamis lalu (23/08/2018), belum ada tanda-tanda sudah dapat digunakan kembali untuk mengaliri air baku untuk PDAM Tirta Bhagasasi Bekasi, dan mengaliri persawahan yang dilewati saluran tersebut.

Lambatnya penanganan jembatan itu oleh Perum Jasa Tirta (PJT) II ternyata berdampak ke PDAM Tirta Bhagasasi Bekasi selaku Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) milik Kota dan Kabupaten Bekasi. Sebab, air baku untuk pengolahan air di Kantor Cabang Pembantu (KCP) Tambelang terganggu sehingga berdampak kepada 1.125 pelanggan PDAM yang berada di wilayah Tambelang.

Direktur Teknik PDAM Tirta Bhagasasi Bekasi, Johny Dewanto mengatakan, untuk memenuhi kebutuhan air bersih kepada pelanggan, pihaknya melakukan pendistribusian dengan mobil tangki. Kata Johny, ini sifatnya sementara waktu menunggu perbaikan jembatan selesai.

Diakui Johny, pihaknya sudah berkoordinasi dengan pimpinan PJT II atas ambruknya jembatan yang membuat PDAM kehilangan air baku. Terkait hal itu, PJT II sudah berjanji segera memperbaikinya.

“Kami sudah ke PJT II, dan mereka berjanji 10 hari perbaikan jembatan sudah selesai,” ujar Johny.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, jembatan di saluran SS Bulak Mangga tersebut ambruk, Kamis (23/08/2018). Akibatnya, air di saluran irigasi tidak terbendung dan mengganggu pasokan air baku buat PDAM Tirta Bhagasasi di KCP Tambelang dan Cikarang Barat.

Dampaknya, pasokan air bersih kepada sekitar 5.000 pelanggan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Bhagasasi Bekasi, di KCP Cikarang Barat dan Tambelang terganggu.

Bahkan, proses pengolahan air di IPA PT Bintang Tirta Sejahtera sebagai mitra PDAM Tirta Bhagasasi, juga kesulitan air baku.

Proses produksi di Instalasi Pengolahan Air (IPA) Tambelang di Kecamatan Tambelang, Kabupaten Bekasi, sama sekali terhenti. Sebab air baku dari saluran tersebut sama sekali tidak mengalir. Sementara di IPA Cikarang Barat, produksi masih berjalan tetapi tidak maksimal setelah pihak PDAM membendung air baku agar tidak terbuang ke Kali CBL.

“Produksi air bersih di wilayah Tambelang mati total dan Cikarang Barat masih produksi walapun kecil tidak maksimal,” ujar Kepala Bagian Produksi PDAM Tirta Bhagasasi, Dina Rosdianawati belum lama ini.

Seperti diketahui pelanggan di KCP Cikarang Barat tercatat 3.554 Sambungan Langganan (SL). Kapasitas produksi di IPA Cikarang Barat 50 liter per detik, dan IPA Tambelang 20 liter per detik.

(ras)

Comment

News Feed