by

Menengok Tempat Sembunyi Pangeran Rangga di Cikedokan Cikbar

-Info Warga-26 views

RUANGINDONESIA.COM – Serupa dengan kota-kota besar lainnya yang memiliki catatan sejarah. Kabupaten Bekasi juga nemiliki catatan sejarah yang penuh cerita.

Di masa lampau Bekasi kerap kali menjadi kawasan perlawanan. Karena letaknya yang dekat dengan Batavia (DKI Jakarta, red) sebagai pusat pemerintahan, Bekasi turut andil menjadi tempat persinggahan.

Salah satu peninggalan sejarah yang letaknya tersembunyi di Kabupaten Bekasi adalah Saung Ranggon. Bangunan bersejarah yang terletak di Desa Cikedokan, Kecamatan Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi itu kini mulai dikenal masyarakat.

“Alhamdulillah sekarang sudah ramai, banyak komunitas yang mengadakan acara di sini. Secara gak langsung turut memperkenalkan Saung Ranggon,” terang Fauzi, cucu pertama Ibu Sri, Juru Kunci Saung Ranggon, Selasa (29/08/2018).

Fauzi menceritakan, Situs Saung Ranggon dikenal sebagai rumah pelarian Pangeran Rangga, putra dari Pangeran Jayakarta, pasca-dikalahkan VOC pada 1619. Tak ada catatan pasti soal kapan saung ini tepatnya didirikan, hanya disebutkan berasal dari abad ke-16 setelah Pengeran Jayakarta kalah dari VOC.

“Sebetulnya belum ada bukti pasti kenapa Pangeran Rangga membuat rumah ini, tapi berdasarkan kejadian yang ada di abad 16 itu masyarakat menyimpulkan Pangeran Rangga mencari tempat yang jauh dari jangkauan VOC agar tak ditemukan. Maka didirikanlah rumah panggung seluas 7,6 meter x 7,2 meter dengan tinggi bangunan sekitar 2,5 meter dan berbahan dasar kayu ulin ini,” tambah lelaki yang bekerja di Kawasan Industri di Cikarang ini.

Kondisi Saung Ranggon yang keberadaannya di bawah naungan Dinas Pemuda, Olahraga dan Budaya Kabupaten Bekasi ini masih terjaga, nampak kesolidan kayu-kayunya yang sama sekali tak keropos termakan rayap selama empat abad. Meski begitu, Fauzi merasa perlu adanya perhatian dari pemerintah untuk perawatan Situs Saung Ranggon.

“Saya berharap ada perhatian pemerintah Kabupaten Bekasi, khususnya dinas terkait untuk turut melestarikan Saung Ranggon. Karena selama ini kami bersama masyarakat berswadaya atas keinginan dan kepedulian sendiri untuk merawat dan melestarikan Saung Ranggon,” keluhnya.

(cae)

Comment

News Feed