by

Air Baku Tercemar, “Pintu Darurat” Solusinya

-Bisnis-105 views

RUANGINDONESIA.COM – Saat musim kemarau seperti saat ini, air baku untuk PDAM di wilayah Bekasi mempengaruhi produksi. Terlebih air baku yang berasal dari kali alam (Kali Bekasi), sebab bukan hanya berkurangnya debit air, namun ada juga dugaan limbah yang dibuang oleh perusahaan atau pabrik yang tidak bertanggung jawab terhadap lingkungan ke Kali Bekasi.

Pencemaran Kali Bekasi di musim kemarau memang sangat mengiris hati, warna air Kali Bekasi sudah tidak seperti biasanya, kini berwarna agak hitam dan mengeluarkan bau yang tidak sedap. Padahal di Bekasi, air Kali Bekasi dijadikan salah satu sumber air baku bagi dua PDAM, yakni PDAM Tirta Patriot dan PDAM Tirta Bhagasasi Bekasi.

Kedua PDAM tersebut sejatinya harus memaksimalkan produksi agar dapat melayani air bersih. Namun, lagi-lagi akibat pencemaran, produksi kerap teranggu. Minggu lalu, selama tiga hari PDAM Tirta Patriot berhenti produksi.

Kejadian yang rutin ini, harus ada solusi agar air di Kali Bekasi tidak tercemar limbah dan kedua PDAM mampu berproduksi dengan maksimal. Memang butuh perhatian khusus agar air Kali Bekasi kembali bersih seperti pada tahun 80-an. Perhatian itu, bukan hanya dari Pemerintah Daerah maupun masyarakat, namun harus ada ikut campur Pemerintah Pusat untuk menanggulanginya.

Kali Bekasi, merupakan pertemuan Sungai Cikeas dan Cileungsi dari Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat. Dan ternyata, sejak dari hulu di Bogor, diduga air sudah tercemar. Pencemaran itu diduga kuat akibat  limbah industri mengingat di sisi Sungai Cileungsi banyak pabrik atau industri berdiri.

*Pintu Air Baru Sebelum Shipon

Terkait  hal itu, Direktur Utama PDAM Tirta Patriot, Solihat menjelaskan, jika saat kemarau dan terjadi pecemaran parah di Kali Bekasi, pihaknya tak mungkin mengolah air Kali Bekasi sebagai air baku PDAM, sementara air baku dari Saluran Tarum Barat / Kalimalang tidak mencukupi.

Ia mengatakan, perlu ada solusi jika terjadi hal seperti ini lagi, maka ia mengusulkan kepada pihak PJT II secara lisan untuk membuat pintu air baru dari Tarum Barat sebelum shipon untuk disalurkan ke Bendung Nowo. Jadi, ketika memasuki bulan kemarau atau ada pencemaran limbah di kali Bekasi, saluran air yang masuk ke Bendung Nowo ditutup dan membukan pintu air dari Tarum Barat / Kalimalang sebelum shipon.

*Mengapa Sebelum Shipon?

Jika air Tarum Barat / Kalimalang setelah shipon Bendung Bekasi, sebagian besar diprioritaskan ke Jakarta, dan PDAM Tirta Patriot serta PDAM Tirta Bhagasasi Bekasi hanya kebagian sedikit, maka itu harus sebelum shipon.

“Ada wacana air Kalimalang sebelum shipon Bendung Bekasi dapat diambil, dan di sana dibangun pintu air sehingga air baku pasokan ke Jakarta tidak terganggu. Jadi itu dapat digunakan jika air Kali Bekasi tidak dapat diolah. Sifatnya itu hanya dalam keadaan darurat saja seperti pintu darurat,” jelas Solihat.

(ras)

Comment

News Feed