by

Produksi Pengolahan Air Bersih PDAM Terhenti Akibat Jembatan Ambruk

-Headline-51 views

RUANGINDONESIA.COM –  Jembatan di atas saluran irigasi SS Bulak Mangga, Kecamatan Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi ambruk. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa yang terjadi kemarin, Kamis (23/08/2018).

Tetapi, akibat ambruknya jembatan itu pasokan air bersih kepada sekitar 5.000 pelanggan PDAM Tirta Bhagasasi Bekasi, terhenti. Penyebabnya, pasokan air baku yang akan diolah PDAM Cabang Pembantu Cikarang Barat dan Cabang Pembantu Tambelang, tidak ada.

Air di saluran irigasi milik Perum Jasa Tirta (PJT) II itu, tidak lagi terbendung, dan terbuang ke hilir saluran. Tidak hanya PDAM Cabang Pembangu Cikarang Barat dan Tambelang yang kesulitan air baku.  PT Bintang Tirta Sejahtera sebagai mitra PDAM Tirta Bhagasasi Bekasi, juga kesulitan air baku.

Proses produksi di Instalasi Pengolahan Air (IPA) Tambelang di Kecamatan Tambelang, Kabupaten Bekasi, sama sekali terhenti. Sebab air baku dari saluran tersebut ke IPA yang ada, tidak mengalir. Sementara di IPA Cikarang Barat, produksi masih berjalan tetapi tidak maksimal. Itu setelah pihak PDAM membendung saluran di depan intake IPA.

“Produksi air bersih di wilayah Tambelang mati total dan Cikarang Barat masih produksi walapun kecil, tidak maksimal,” ungkap Kepala Bagian Produksi PDAM Tirta Bhagasasi Bekasi, Dina Rosdianawati, Jumat (24/08/2018).

Untuk sementara, kata Dina, dan Kabag Distribusi PDAM Tirta Bhagasasi Hendry, pihaknya terpaksa melayani masyarakat pelanggan khususnya di Tambelang menggunakan mobil tangki.

Dina menambahkan, konsumen di Cabang Pembantu Tambelang sebanyak  1.152  sambungan langganan (SL) dan Cabang Pembantu Cikarang Barat tercatat  3.554 SL. Sedangkan kapasitas produksi di IPA Cikarang Barat  50 liter perdetik, dan IPA Tambelang 20 liter perdetik.

Diakui Dina, bahwa yang berwewenang atas saluran SS Bulak Mangga dan jembatan, adalah Perum Jasa Tirta (PJT) II.

Hal senada juga diakui Kasubag Humas PDAM Tirta Bhagasasi, Ahmad Fauzi. Sebenarnya yang bertanggungjawab adalah  PJT II. Tapi karena  kepentingan PDAM juga agar cepat, paling tidak PDAM Tirta Bhagassasi ikut membantu seadanya.

Dina mengemukakan, terkait jembatan yang kini ambruk, sudah pernah diingatkan oleh Kepala Cabang Pembantu Cikarang Barat, Ahmad Firdaus ke pihak Seksi PJT II yang  berada di wilayah tersebut bahwa jembatan sudah mengkhawatirkan. Tetapi, tidak ada respon hingga akhirnya jembatan ambruk.

“Diharapkan perbaikan segera dilakukan  PJT II, dan masalahnya cepat teratasi karena konsumen PDAM sudah mengeluh karena mereka sangat membutuhkan air bersih,” ujar Dina.

Kasubag Humas PDAM Tirta Bhagasasi Bekasi, Ahmad Fauzi juga mendesak PJT II segera melakukan perbaikan.

“Yang kita alami selain jembatan ambruk di Cikarang Barat, air baku pun sulit, kita juga terkendala limbah Kali Bekasi sehingga proses produksi di IPA Cabang Babelan, Pondok Ungu dan Tarumajaya, terkendala,” keluh juru bicara PDAM Tirta Bhagasasi tersebut. (ras)

Comment

News Feed